Lomba Geulayang Tunang: Antara Harapan dan Angin Kencang

Lomba Geulayang Tunang: Antara Harapan dan Angin Kencang

0

wali-news.com, Banda Aceh – Geulayang Tunang merupakan salah satu permainan tradisional masyarakat Aceh yang ikut diperlombakan pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7.

Pada tahun ini, permainan yang menunjukkan ketangkasan dalam menaikkan layang-layang tersebut diikuti oleh 21 kabupaten kota di Aceh sebagai peserta. Seluruh peserta akan diadu di lapangan seputaran bantaran Sungai Lamnyong, Banda Aceh.

“Peserta yang ikut ada sebanyak 21 kabupaten kota, dan hanya Aceh Utara serta Aceh Tengah yang tidak ikut,” kata Suhirman, Koordinator Panitia, Minggu (12/8).

Suhirman mengatakan, sebelum dilakukan perlombaan, ada beberapa persyaratan serta kriteria dari lomba yang harus dipenuhi peserta. Misalnya setiap peserta harus menyiapkan benang sepanjang 500 meter. Sementara ukuran terbuka layang-layang sekitar 45 hingga 70 centimeter.

Selain itu, setiap tim peserta hanya dibolehkan menyiapkan 5 buah layang-layang untuk ikut berkompetisi. Di mana setiap peserta menaikkan 2 buah layang-layang dengan 3 cadangan.

“Usai memenuhi semua persyaratan, seluruh layang-layang akan diberikan stempel oleh panitia sebagai bukti memenuhi persyaratan atau layak,” jelas Suhirman.

Cuaca buruk yang tidak menuntu di seputaran kawasan Jembatan Lamnyong, saat pertandingan, membuat sejumlah layang-layang hilang kendali hingga menukik ke tanah. Bahkan, angin kencang juga mengakibatkan sebagian layang-layang putus dari tangan tuannya.

“Dikarenakan angin yang cukup kencang, membuat seluruh layang-layang para peserta putus saat mencoba menjadi yang tertinggi,” ujarnya lagi.

Salah seorang peserta dari Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), bahkan sempat kecewa karena layang-layang yang telah disiapkan timnya selama 3 bulan juga tidak mampu bertahan.

“Sebelum hari H, kita sudah mempersiapkan selama 3 bulan, tetapi tiba-tiba sampai di Banda Aceh kita ada masalah,” kata Ketua Tim Layang-layang Kabupaten Abdya, Veni Kurnia, saat dijumpai di lokasi.

Meskipun demikian, ia merasa semakin tertantang dan senang dengan kondisi cuaca angin kencang.

“Karena kita menyesuaikan dengan kondisi angin, makanya permainannya agak semakin seru,” kata Veni.

Dalam perlombaan Geulayang Tunang ini akhirnya panitia dan juri memutuskan juara dengan cara penarikan undian setelah selama dua hari tidak ada peserta yang mampu menahan layang-layangnya tetap di udara.

Juara 1 diraih oleh Kabupaten Bireuen, disusul posisi ke 2 Sabang, ke-3 Aceh Tenggara, harapan 1 Abdya, harapan 2 Banda Aceh, dan terakhir harapan 3 Aceh Timur.(red)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Rumah Yatim Terima Bantuan Dari Satbrimob Polda Aceh dan Bhayangkari

Banda Aceh РPersonil Satbrimob Polda Aceh dan Pengurus