Mahasiswa Papua Makassar Gelar Seminar Sikapi Kondisi Papua

Mahasiswa Papua Makassar Gelar Seminar Sikapi Kondisi Papua

0
Natalius Pigai saat memberi materi seminar nasional AMPTPI I

wali-news.com, Makassar – Mahasiswa Papua studi Makassar menggelar seminar nasional menyikapi persoalan yang terjadi di Tanah Papua. Seminar nasional yang di selenggarakan oleh AMPTPI (Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Indonesia) merupakan seminar nasional AMPTPI pertama dan digelar di Asrama mahasiswa Papua Cendrawasih IV Makassar yang juga menghadirkan tokoh aktivis nasional Drs. Natalius Pigai S. Ip.

Seminar bertema “Bersatu Selamatkan Manusia dan Alam Papua” diadakan menyikapi kondisi Papua saat ini dimana Kekayaan Alam di atas tanah Papua nyaris Punah, hutan – hutan dirampas, hewan – hewan asli nyaris tidak ada. Miris ketika rakyat Papua harus kehilangan hutannya, karena orang Papua menggantungkan hidup dari alamnya dan mempunyai hubungan spiritualis dengan alam Papua.

Natalius Pigai dalam penyampaian materinya mengatakan kondisi Papua saat ini dikuasai oleh kapitalis. Minyak, gas bumi ditanah Papua habis di jarah pihak-pihak kapitalis, kemudian hutan Papua habis di babat diganti dengan sawit dan untuk kepentingan sendiri. Hal tersebut menyebabkan orang tua dan keluarga di Papua mengalami penderitaan. Oleh karena itu mahasiswa Papua yang masih melakukan studi di daerah harus belajar yang baik agar dapat menyelesaikan persoalan tersebut.

“Orang tua kita hanya bisa menyayikan elegi penderitaan karena pagi, siang, sore, malam seakan – akan kita ada diwilayah jajahan. Kita tidak bisa menikmati hidup dengan orang-orang yang sama, kita berada dalam masa perjuangan. Kalian adalah tembok tembok ratapan orang-orang Papua yang menderita saat ini, dari pesisir laut, pedalaman dan pegunungan mereka hidup dalam ancaman. Kalau kamu tidak menjadi tembok ratapan lalu kalian mau mengharap siapa lagi”, Ucap Natalius Pigai.

Mantan komisioner Komnas HAM itu juga mengatakan pada saat ini terdapat 3 senjata yang harus disiapkan setiap generasi dan harus ada di dalam diri mahasiswa Papua. Senjata yang harus disiapkan setiap generasi, yang pertama yaitu pendidikan, karena dengan belajar bisa menjadi mesin perubahan melawan pemerintah dengan kemampuan otak yang cerdas karena otak yang cerdas dilahirkan di dunia pendidikan.

Selanjutnya yang kedua yaitu terampil, orang yang terampil orang yang mampu menciptakan dunia, karena kita bisa menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi tanah dan rakyat Papua, karena itulah belajar keterampilan apa saja. Ketiga yaitu menajamkan keterampilan moralitas dan mentalitas, meski pintar dan terampil kalau mentalitasnya tidak baik bisa jadi penghianat, bisa jadi pencuri. Saat ini tidak ada org Papua bisa menentang Jakarta karena mentalnya belum terbentuk, orang Papua masih mudah dipengaruhi dengan dikasi minuman mau, dikasi perempuan mau.

Menutup penyampainnya Natalius Pigai berharap apa yang Ia sampaikan dapat dijadikan pegangan dan pedoman mahasiswa Papua di Sulsel khususnya.

Selain itu ketua dewan pimpinan AMPTPI Makassar Denis Tabuni sangat mengapresiasi kedatangan Natalius Pigai dan berharap seluruh mahasiswa Papua harus solid dan bersatu untuk Papua.

“Kami sangat mengapresisasi kedatangan bapak kemari dan saya harap teman-teman didaerah studi dapat solid bersatu mempersiapkan diri untuk tanah Papua dengan menyiapkan Pendidikan, keterampilan dan mentalitas seperti yang dikatakan Bapak tadi”, ucap Denis Tabuni.

Kegiatan seminar tersebut ditutup dengan pemberian sertifikat secara simbolis kepada mahasiswa Papua yang menjadi peserta seminar.

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Pemprov Lampung Ajak Putra Pariwisata dan Para Peserta Ajang Pencarian Bakat Bersinergi dalam Pembangunan Daerah

wali-news.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung, melalui