MaTA: Perubahan APBA 2021 Hanya Untuk Kepentingan Elit

MaTA: Perubahan APBA 2021 Hanya Untuk Kepentingan Elit

0

Wali-News.com, Banda Aceh — Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian mengkritisi rencana Pemerintah Aceh untuk melakukan perubahan terhadap APBA tahun 2021

Meskipun perubahan APBA hal yang sering terjadi setiap tahunnya, namun menurut Alfian untuk tahun 2021 di rasa ada hal ganjil dan terkesan akal-akalan elit semata

Dugaan tersebut kata Alfian, karena secara aturan yang berlaku saat ini, perubahan tidak memungkin dapat terjadi karena waktu yang sudah tidak memungkinkan.

“Seharusnya di bulan Agustus, Pemerintah Aceh sudah menyiapkan KUA-PPAS untuk perubahan, jadi kalau saat ini jelas sudah lewat waktunya”. Ujarnya

Karena jelas Alfian, berdasarkan PP Nomor 12 Tahun 2020, Permendagri Nomor 77 Tahun 2024 dan Surat Edaran KPK Nomor 8 Tahun 2020 sudah dijelaskan tahapan pengajuan perubahan dalam sebuah anggaran.

Berdasarkan itu, Kemendagri tidak patut untuk mengangkangi aturan yang telah di keluarkannya dan KPK dapat mengambil langkah hukum apabila pengajuan perubahan menyalahi aturan yang ada.

Selain itu, perubahan APBA 2021 dengan alasan untuk insentif Tenaga Kesehatan (nakes) dan pembangunan rumah dhuafa juga dinilai ganjil, seharusnya insentif nakes dapat menggunakan anggaran refocusing tapi hal itu tidak di lakukan sebelumnya

Padahal Provinsi Aceh masuk dalam 5 besar Provinsi yang mengalokasikan anggaran refocusing terbesar untuk penanganan masa pandemi termasuk kebutuhan bagi nakes.

“Pertanyaannya kenapa kebijakan tersebut tidak dilakukan pada APBA tahun berjalan (Murni)? kemudian pembangunan rumah dhuafa, secara RPJMA, Pemerintah Aceh tiap tahun wajib membangun sebanyak 6 ribu unit rumah dhuafa, faktanya dalam APBA murni 2021, rumah dhuafa hanya di bangun 750 unit”. Kata Alfian

Berdasarkan penelusuran pihaknya di lapangan, banyak pembangunan rumah dhuafa kondisinya belum siap padahal sudah masuk bulan September

Sehingga kalau dilanjukan dengan anggaran perubahan sebanyak 4000 unit sangat kecil kemungkinan bisa selesai dibangun dengan sisa waktu yang sudah sangat sedikit

Sebab itu, MaTA meminta agar DPRA dan Gubernur Aceh untuk menghentikan rencana perubahan APBA 2021 tersebut

Alfian menduga, APBA tahun 2021 sangat berpotensi terjadi Silpa yang sangat besar seperti anggaran tahun 2020.

Sehingga, Pemerintah Aceh  mencoba menutupi kelemahan tersebut dengan melakukan perubahan APBA 2021 yang menurut Alfian sangat tidak rasional.

“Kalau Pemerintah dan legislatif Aceh memiliki visi maka, berjuanglah agar anggaran insentif Nakes dan pembangunan rumah dhuafa agar dialokasikan dalam APBA tahun 2022 agar untuk benar benar untuk rakyat”. Pungkasnya. [MM]

Editor : Muslim

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Erick Thohir Resmikan Destinasi Wisata Baru Desa Wisata Situ Lebak Wangi

Wali-News.com, Jawa Barat. Menteri Badan Usaha Milik Negara