Melalui Daring, CrediNex & KFUND Kenalkan Industri Fintech P2P Lending dan Manfaatnya Selama Masa Pandemi

Melalui Daring, CrediNex & KFUND Kenalkan Industri Fintech P2P Lending dan Manfaatnya Selama Masa Pandemi

0

Pangkalpinang, Wali-News.com – Bank Indonesia (BI) memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi di bawah 5 persen atau hanya sekitar 2,5 persen saja, dari yang pernah tumbuh mencapai 5,02 persen semenjak pandemi covid-19 melanda.

Tak bisa mengelak, sektor UMKM adalah sektor yang paling pertama terdampak wabah covid-19 karena ketiadaan kegiatan di luar rumah oleh sebagian besar masyarakat. Kenaikan harga barang ditambah penghasilan yang menurun adalah kombinasi fatal pemukul daya beli.

Dibalik dampak pandemic terhadap ekonomi Indonesia, Hasil Riset LD FEB UI juga menemukan bahwa kehadiran fintech peer to peer (P2P) lending telah berkontribusi pada peningkatan inklusi keuangan milenial terutama kelompok usia 35 tahun yang merupakan cakupan populasi terbesar di Indonesia.

Saat ini pinjaman dari fintech peer-to-peer lending menjangkau berbagai sektor produktif dalam perekonomian mulai dari pertanian, manufaktur, dan jasa. Temuan ini menyiratkan peran dari fintech P2P lending dalam mendukung sektor keuangan yang inklusif secara digital.

Salah satu upaya untuk mengantisipasi merosotnya konsumsi yang selama ini jadi penyokong pertumbuhan ekonomi Indonesia, platform fintech P2P lending terdaftar OJK PT. Digital Yinshan Technology (Credinex) dan PT. Kinerja Sukses Gemilang (KFUND) menyelenggarakan edukasi secara daring sebagai wadah mengenalkan industri fintech P2P lending serta manfaatnya selama pandemi dengan mahasiswa Universitas Bangka Belitung pada hari Selasa, 03 November 2020.

“Kami berharap adanya kehadiran fintech P2P lending mampu meningkatkan pengetahuan terkait layanan keuangan berbasis digital dan membuka akses finansial yang lebih luas untuk masyarakat Pulau Bangka & Belitung”, ujar Director Operational CrediNex Willem Alexander W.

Data yang telah diterima oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama (AFPI), terkait bisnis pinjaman fintech peer to peer (P2P) lending telah mencapai Rp 113,46 triliun hingga Juni 2020.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dirilis pada Rabu (12/8), nilai itu tumbuh 153,23% year on year (yoy) dari posisi yang sama tahun lalu hanya Rp 44,8 triliun. Hal ini membuktikan bahwa industri P2P lending turut mendorong dan menggerakkan perekonomian negara seiring dengan pertumbuhannya yang signifikan. 

“Dengan adanya edukasi daring ini, kami juga berharap masyarakat Pulau Bangka & Belitung dapat memanfaatkan layanan produk fintech P2P lending untuk kebutuhan dalam menghadapi masa pandemi dan tetap waspada terhadap fintech ilegal,” ujar IT Architecture KFUND Mario Lim

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 100 mahasiswa Universitas Bangka Belitung ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat antusisas menyambut menyambut kehadiran fintech untuk membantu masyarakat selama pandemi dan mendukung inklusi keuangan di Indonesia. (Jy/WN)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Perkuat Sinergi, KPS Fakultas Hukum UBB Jalin Silaturrahmi Bersama PN Pangkalpinang

Pangkalpinang, Wali-News.com – Dalam rangka memperkuat sinergi, Komunitas