Memasuki Musim Hujan, Warga Makassar Harus Tahu Ini!

Memasuki Musim Hujan, Warga Makassar Harus Tahu Ini!

0
Dialog Rutin Walikota (Coffee Morning) mengangkat tema 'Waspada Banjir di Musim Hujan', pada Rabu (20/11/2019).

wali-news.com, Makassar – Rabu siang, Sekretaris Daerah Kota Makassar menyelenggarakan Dialog Rutin Walikota dengan mengusung tema Waspada Banjir di Musim Hujan, (20/11/2019), di Shox Coffee, Kota Makassar.

Dialog yang turut disiarkan oleh Suara Radio Celebes FM Makassar tersebut dihadiri oleh Asisten I Pemerintah Kota Makassar, Sabri, serta Kepala Bidang Drainase dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kota Makassar, Fuad Azis.

Kegiatan tersebut diadakan dalam rangka mengantisipasi banjir dalam memasuki musim penghujan. Sebagaimana diketahui masih banyaknya daerah rawan genangan air di Kota Makassar bila diguyur hujan lebat, sehingga perlu adanya sosialisasi terkait kondisi drainase di Kota Makassar saat ini dan pencegahan yang harusnya dilakukan.

Pada kesempatan itu, Kepala Bidang Drainase dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kota Makassar, Fuad Azis, mengatakan, pihaknya telah memiliki tiga program, yaitu program pembangunan saluran drainase, rehabilitasi saluran drainase, dan program pengendalian genangan atau banjir.

“Tujuan pembangunan saluran drainase itu adalah untuk membangun saluran yang bisa mengkoneksikan dari saluran primer ke sekunder hingga tersier.” ucapnya.

“Kemudian ada program rehabilitasi saluran drainase, kami sudah memelihara kinerja saluran drainase yang ada di Makassar. Jadi kalau terdapat drainase yang rusak akan segera kami perbaiki,” lanjutnya.

“Lalu ada program pengendalian genangan di mana dibentuk satgas drainase, yaitu ada 480 orang yang terlibat di dalam satgas, ditambah lagi 96 orang satgas yang terdiri dari satgas khusus dan satgas antik. Merekalah yang terus bekerja pagi dan malam untuk mencegah genangan-genangan timbul,” jelas Fuad.

Selain itu, pihaknya juga memiliki program Gerakan Bersih Saluran Drainase untuk menggerakkan seluruh stakeholder. Gerakan tersebut mendorong masyarakat turut melakukan kerja bakti seperti mengangkut sedimentasi di depan rumah masing-masing untuk mencegah terjadinya genangan di depan rumahnya. Kemudian pihaknya yang akan mengangkut hasil pengumpulan sedimentasi di depan rumah para warga.

“Gerakan itu akan sangat membantu kerja kami dengan petugas yang terbatas,” ucapnya.

Disampaikan bahwa penyebab utama terjadinya banjir di Kota Makassar yaitu karena perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan di kanal, sehingga membentuk sedimentasi. Hal itu yang menyebabkan muara mudah penuh dalam menampung air hujan, sehingga terjadilah banjir.

Sementara Asisten I Pemkot Makassar, Sabri, menerangkan bahwa Walikota Makassar telah mengeluarkan surat perintah untuk segera melakukan antisipasi sebelum datangnya musim hujan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), camat, lurah, dan pihak terkait lainnya.

“Bukan lagi surat himbauan yang Pak Walikota keluarkan, tetapi sudah berupa surat perintah,” tegasnya.

Ia juga menilai, yang menjadi masalah terjadinya banjir ketika musim hujan yaitu karena pola hidup masyarakat Kota Makassar yang sering membuang sampah sembarangan. Selain itu juga disebabkan karena pendirian bangunan di daerah rawan genangan air.

Oleh sebab itu, ke depan Pemkot Makassar akan lebih selektif dan ketat dalam memberikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
(Tiara Ayu)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Refleksi Akhir Tahun, DPRD Kota Makassar Gelar Diskusi Publik Masalah Aktual Kemasyarakatan

wali-news.com, Makassar – Sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan di