Meninggal Tiba-Tiba di Warung, Warga Bireuen Dievakuasi Petugas Ber-Hazmat

Meninggal Tiba-Tiba di Warung, Warga Bireuen Dievakuasi Petugas Ber-Hazmat

0

Wali-news, Banda Aceh – Seorang warga Cot Gapu Kecamatan Kota Juang, Bireuen meninggal dunia saat makan siang di salah satu warung nasi di kawasan Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (25/5/2020). Belum diketahui penyebab pasti kematian, namun korban dievakuasi petugas berbaju Hazmat.

Informasi diperoleh wali-news peristiwa terjadi di warung nasi milik Ishak Abu Bakar (38 Tahun) di Jalan T. Hasan Krueng Kalee Peunayong, Banda Aceh, sekira pukul 12.30 WIB, Senin (25/05/2020) kemarin. Tiba di warung tersebut, korban sempat memesan nasi dan menyampaikan kepada Ishak jika dirinya sedang sakit.

Setelah dihidangkan, korbanpun menyantap makanan, namun tak berselang lama, korban yang diketahui bernama Fachrul Razi AB (64 Tahun) itu, jatuh dari kursi tempat duduknya. Melihat kondisi tersebut, Ishak kemudian mengecek urat nadi dan leher, dan mendapati korban sudah tak bernyawa.

“Ini berdasarkan keterangan dari saksi Ishak Abubakar (38) yang juga sebagai pemilik warung nasi,” kata Kapolsek Kuta Alam, Iptu Miftahuda Dizha Fezuono, SIK, Selasa (26/05/2020).

Menurut Dizha, personel Polsek Kuta Alam yang menerima laporan dari Keuchik Gampong Peunayong akhirnya turun kelokasi dan menghubungi petugas medis Rumah Sakit Dokter Zainal Abidin Banda Aceh untuk proses evakuasi.

Dizha mengatakan, saat kejadian korban mengenakan pakaian kaos warna putih serta celana jeans warna hitam dan di saku celana korban ditemukan sebuah dompet kulit warna hitam berisikan KTP serta selembar uang pecahan 100 ribu.

“Sebagai antisipasi karena saat ini kita sedang dihadapkan pada Pandemi Corona, memang petugas mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) saat mengevakuasi jenazah,” kata Dhiza.

Belum diketahui penyebab pasti kematian, namun kepada  pemilik warung, korban sempat mengeluhkan sedang sakit. Sesuai keterangan keluarga, lanjut Dhiza, warga Dusun Utara Gampong Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, Bireuen itu memiliki riwayat penyakit jantung, kolesterol dan lambung.

“Diruang jenazah korban tidak Divisum Et Revertum karena permintaan keluarga demikian. Sehingga kita minta menandatangani surat pernyataan penolakan VER,” Jelas Dizha (Win)

Editor : Arman

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Pemuda Kajhu Salurkan Bantuan Bagi Pengungsi Rohingya

Wali-News, Aceh Besar – Sejumlah perwakilan pemuda Gampong