Menjelang Tengah Malam, Puluhan Warga Suak Raya Segel Kantor Desa

Menjelang Tengah Malam, Puluhan Warga Suak Raya Segel Kantor Desa

0

wali-news.com, Meulaboh – Puluhan Warga Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Melakukan penyegelan Kantor Desa. Kamis, (23/5/19), dini hari.

Penyegelan Kantor Desa itu dilakukan warga lantaran kesal karena tidak adanya transparansi dalam pengelolaan Anggaran Dana Desa tahun 2016, 2017 dan tahun 2018 dan diduga adanya proyek pembangunan yang fiktif.

Warga menyegel kantor tersebut dengan menggunakan spanduk putih yang dipajangkan didepan pintu dengan tulisan “Kami bersaudara dan jangan pisahkan kami gara-gara Dana Desa, Uang Desa untuk masyarakat bukan untuk Aparatur Desa mohon dikembalikan dan Tolong Usut Dana Desa Tahun 2016, 2017 dan 2018”.

Aksi penyegelan dilakukan warga selesai Shalat Tarawih, dengan menggunakan papan dan kayu bekas yang dipaku bagian pintu depan dan samping pada kantor Desa tersebut.

Zaidan, salah satu warga setempat mengatakan. Pihaknya sudah sering meminta kejelasan penggunaan dana desa yang dialokasikan untuk pembangunan fisik, Namun aparat desa seolah-olah menutupi hal tersebut dan tidak mengindahkan permintaan warga.

“Kita mempertanyakan dana desa tahun 2016, 2017, 2018, indikasinya ada penyelewengan, banyak dana yang digunakan namun pembangunan tidak selesai,” kata Zaidan kepada wartawan.

Zaidan juga mengaku bahwa sebelumny sudah pernah duduk bersama aparat desa, membahas kejelasan dana yang sudah ditarik itu, namun yang lantang bersuara malah diusir saat rapat berlangsung, hingga akhirnya kekesalan warga memuncak dan menyegel kantor desa.

Menurutnya ada beberapa proyek yang terindikasi adanya penyalahgunaan dana desa yakni. Pemeliharaan jalan Daud saat dengan anggaran Rp 28.520.000. Tahun Anggaran (TA) 2016, Pemeliharaan Daerah Aliran Sungai Eceng Gondok Rp 19.000.000. TA 2017, Pembangunan Ruko BUMG Tahap I 2016, Rp 30.000.000 TA 2017, Pembangunan Saluran Irigasi Cot Limut Rp 24.000.000 TA 2018 dan Pembangunan Lumbung Padi Desa Rp 15.000.000, TA 2018.

Ia menjelaskan, pembangunan Lumbung Padi, pemerintah desa telah menarik uangnya, tetapi pembangunan tidak terlihat hingga sekarang. Lebih ironis lagi, pembangunan Ruko BUMG Tahap I hingga saat ini belum tampak. Bahkan tanah yang ditunjuk sebagai lokasi pembangunan juga sudah diperjual belikan.

“Inikan parah, uang diambil sedangkan proyek tidak dikerjakan, pembangunan Ruko BUMG sampai sekarang belum ada, tanahnya pun sudah diperjual belikan, ketika saya tanyakan di dalam rapat, saya malah diusir, dengan disegelnya kantor desa, kita meminta dan berharap adanya kejelasan dari aparat desa tentang anggaran tersebut,” Tegasnya lagi.

Warga juga mengancam akan melaporkan ke pihak penegak hukum, apabila dugaan penyelewengan itu tidak ada kejelasan dari aparatur desa. Karena selama ini pengelolaan anggaran terkesan tertutup. Dan meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. (OS)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Alami Lumpuh, Nurdin Warga Butuh Cot Jurumudi Arongan Lambalek Butuh Perhatian

wali-news.com, Meulaboh – Sejak jatuh sakit, kondisi Nurdin