Menolak Pembangunan Jembatan Dipindahkan, Masyarakat Pante Ceureumen Bagun Jembatan Darurat

Menolak Pembangunan Jembatan Dipindahkan, Masyarakat Pante Ceureumen Bagun Jembatan Darurat

0

wali-news.com, Meulaboh – Ratusan masyarakat Kecamatan Pante Ceureumen dan Kaway XVI gotong royong masal bangun jembatan darurat Ulee Raket. Senin, (4/2/19).

Masyarakat 12 desa tersebut sangat antusias, untuk memperbaiki jembatan Ulee Raket yang menghubungkan kecamatan Kaway XVI dan Pante Ceureumen dilakukan secara swadaya.

Kamaruzzaman, salah seorang tokoh masyarakat, mengaku, setelah robohnya jembatan tiga bulan aktivitas lalu lintas masyarakat sekitar mati total. Apalagi di Desa Sawang Teubei tepat beradanya jembatan tersebut menjadi salah satu tempat perputaran ekonomi masyarakat sekitar.

“Diseberang jembatan adalah pasar tempat masyarakat mendapatkan kebutuhan sehari-hari, tapi sudah tiga bulan robohnya jembatan tak kunjung juga diperbaiki,” kata Kamaruzzaman

Sejauh ini belum ada tanda-tanda ingin diperbaiki, lanjutnya, warga sekitar berinisiatif untuk membagun jembatan tersebut secara swadaya dan gotong royong dengan menggunakan batang pohon kelapa dan juga diperbantukan dengan satu alat berat (Baico) milik desa setempat.

Hal tersebut agar masyarakat bisa melewati kembali jembatan Ulee Raket, karena akibat rusaknya jembatan permanen tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat di kawasan ini terganggu, dan harus menempuh jalur lain apabila ingin menuju ke pusat kecamatan maupun ke ibukota kabupaten.

“Kita buat jembatan darurat ini atas kesepakatan bersama dengan menggunakan batang pohon kelapa agar bisa dilalui pengguna sepeda motor,” sebutnya

Sebelumnya tokoh masyarakat dua kecamatan sudah duduk dengan DPRK dan juga perwakilan dari pemkab Aceh Barat, sudah disepakati bersama bahwa pembangunan jembatan tetap ditempat semula (Ulee Raket).

“Ia, masyarakat menginginkan Pembangunan jembatan tetap di Ulee Raket, dan kami menolak apabila pembangunan dipindahkan ke desa Keuramat,” cetusnya

Kamaruzzaman menjelaskan, Pihaknya berharap persoalan ini agar dapat segera ditindaklanjuti secara serius oleh pemerintah daerah, karena masyarakat sangat menginginkan bahwa pembangunan jembatan segera dibangun di tempat semula. Ujarnya

Selain itu Ketua HMI Cabang Meulaboh, Heri Afriansyah menanggapi, Antusias masyarakat bergotongroyong membangun jembatan darurat harus kita dukung.

“Pembangunan jembatan Ulee Raket adalah kebutuhan mendesak, karena satu-satunya akses masyarakat menuju pusat perekonomian setempat, jadi pemkab harus segera menanggapi itu, jangan menutup mata atas persoalan masyarakat,”

Menurut Heri, kalau masyarakat sudah bertindak secara swadaya, artinya pembangunan jembatan tersebut benar sangat dibutuhkan. Semestinya pemkab harus menyikapi serius terkait pembangunan jembatan itu.

Ia menambahkan, untuk memperbaiki jembatan tersebut anggarannya sudah disahkan senilai Rp 20 Milyar, yang mana jembatan tersebut dibangun ditempat semula. Ujarnya

“Kita berharap agar Bupati melalui dinas PUPR Aceh Barat, harus jeli dalam mengambil kebijakan agar tidak menimbulkan gojalak di masyarakat,” Tutupnya. (Red).

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Giok Aceh kembali jadi Incaran kolektur Batu

Aceh Besar/wali-news.com Berbagai macam cara orang mencari kesenangan,