Menunggu pengesahan KONI Aceh, Para Gamer berharap E-sport berkiprah di Aceh.

Menunggu pengesahan KONI Aceh, Para Gamer berharap E-sport berkiprah di Aceh.

0

Wali-news, Banda Aceh – Perkembangan teknologi di era 4.0 sepertinya semakin canggih dan terus berinovasi, tak terkecuali pada perkembangan dunia olahraga melalui media elektronik.

Juni lalu Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat telah mensahkan E-sport sebagai media elektronik dalam hal kompetisi olahraga melalui media elektronik.

Namun untuk wilayah Aceh E-sport belum mendapat izin keanggotaan dari KONI Aceh, namun E-sport di Aceh telah di daftar sebagai cabang olahraga yang bernaung di bawah KONI Aceh.

“E-sport sudah disahkan oleh KONI Pusat, namun untuk Aceh E-sport masih harus menunggu hasil keputusan rapat anggota KONI,” terang Muhammad Nasir selaku sekretaris KONI Aceh.

Untuk pengesahan E-sport di Aceh kita harus menunggu, jika memang seluruh KONI yang berada di 23 kab/kota, 45 pemprov cabang olahraga dan 5 cabang olahraga fungsional menyetujui, maka E-sport akan kita jadikan sebagai anggota KONI Aceh, sambung Nasir.

Namun demikian gema E-sport pada Gamern para Gamer Aceh sudah mulai terdengar, para Gamer sangat berharap semoga E-sport bisa berkiprah di Aceh.

E-sport (elektronik sport) atau olahraga yang dimainkan melalui media elektronik ini secara jelaGameapat perbedaan antara Game Online dan E-sport, E-sport adalah suatu kegiatan kompetisi yang di mainkan melalui media elektronik ini juga mempunyai berbagai konten atau Game yang akan di laga, namun untuk bisa berkompetisi melalui E-sport tidak semua game dapat di mainkan tergantung kelas game yang akan di tandingkan.

“untuk mengikuti suatu kompetisi melalui E-sport tidak semua game dan konten dapat di mainkan disini, mungkin teman-teman E-sport lebih tau,” lanjut sekretaris KONI Aceh.

KONI Aceh melihat E-sport ini adalah satu ajang kompetisi yang di mainkan melalui media Elektronik, sangat berbeda dengan game online yang saat ini sedang marak di aceh.

“Kami melihat E-sport adalah satu ajang kompetisi yang di mainkan melalui media Elektronik, nah sedangkan Game Online ini yang berkembang luar biasa ini sangat merusak generasi,” jelas Nasir.

Game Online yang sangat meresahkan ini, tidak ada salahnya jika kita menyetujui dan mendukung fatwa-fatwa yang di keluarkan oleh MPU Aceh, terang Nasir.

KONI Aceh berharap semoga jika memang E-sport di sahkan menjadi salah satu anggota KONI Aceh, maka kewajiban bagi para anggota E-sport untuk dapat mensosialisasikan kepada masyarakat tentang apa itu E-sport.

Saat di temui di salah satu cafe di kawasan Lamnyong, Banda Aceh, Cut Ema Aklima juga mengatakan, bahwa dirinya dan tim E-sport nantinya akan mensosialisasikan E-sport kepada masyarakat dan mereka juga akan melakukan Audiensi bersama MPU Aceh.

“Kami anggota E-sport walaupun sudah di sahkan oleh KONI Pusat, kami juga akan melakukan Audiensi dengan MPU Aceh,” papar cut Ema.

Walau bagaimanapun segala sesuatu ini juga ada sisi positif dan negatifnya, nah E-sport sendiri merupakan salah satu wadah yang akan membina para atlit-atlit pemain game online,” jelasnya.

Untuk diketahui, meski baru di sahkan oleh KONI Pusat E-sport sudah di pertandingkan pada perhelatan Asian games.

Dan untuk Aceh sendiri, juga sudah memiliki satu orang Pro Player ternama Muhammad Ihsan atau di kenal dengan nama game Lemon sebagai Pro Player E-sport.

“Di Aceh kita punya satu orang Pro Player, hanya saja saat ini Lemon masih bergabung dengan tim di luar Aceh, semoga setelah di sahkan E-sport di Aceh Lemon bisa bergabung dengan tim di Aceh,” harap Cut Ema. (Mla)

Editor : Nurmala

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Penderita Covid-19 Aceh : 1.408 Orang Sembuh dan 2.052 Orang dalam Perawatan

Wali-news, Banda Aceh—Penderita Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Aceh