Mualem Maju Calon Gubernur, Pengamat : Partai Aceh Belum Punya Jurus Jitu Selain Isu MoU Helsinky

Mualem Maju Calon Gubernur, Pengamat : Partai Aceh Belum Punya Jurus Jitu Selain Isu MoU Helsinky

0

Wali-News.com, Banda Aceh — Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Usman Lamreung meminta Partai Aceh dan Muzakir Manaf untuk fokus untuk menyiapkan visi pembangunan Aceh yang relevan dengan kondisi saat ini.

Hal itu disampaikan oleh Usman Lamreung menyikapi munculnya wacana Muzakir Manaf atau yang akrab di sapa Mualem yang akan maju sebagai calon Gubernur Aceh pada pilkada tahun 2024 yang akan datang berpasangan dengan Bupati Aceh Barat Ramli, MS

Isu tersebut akhirnya diklarifikasi oleh Jubir Partai Aceh Nurzahri yang menyebut Ramli adalah salah satu calon yang diperhitungkan dan masuk bursa calon

Namun sebagaimana dikutip dari serambi (8/9/2021) Nurzahri menyebutkan, selain Ramli, ada sejumlah nama lain yang juga masuk dalam radar partai, baik dari kalangan internal maupun dari eksternal.

Dari internal ada Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak (Sekjen PA), Hasballah Bin HM Thaib alias Rocky (Bupati Aceh Timur), Sarjani Abdullah (mantan bupati Pidie), Aiyub Bin Abbas (Bupati Pijay), Usman Abdullah alias Toke Seum (Wali Kota Langsa), dan Jufri Hasanuddin (mantan bupati Abdya).

Sedang dari kalangan eksternal ada Tgk M Yusuf A Wahab (Tu Sop Jeunieb), Sudirman alias Haji Uma (anggota DPD RI), Nasir Djamil (Ketua Forbes Aceh), TA Khalid (Anggota DPR RI), T Taufiqulhadi (Ketua Partai NasDem Aceh), Aminullah Usman (Wali Kota Banda Aceh) dan T Riefky Harsya (Sekjen Partai Demokrat)

Usman menjelaskan, meskipun calon wakil Muzakir Manaf belum diputuskan, Partai Aceh dan Mualem sudah istiqamah maju merebut kursi nomor satu Aceh pada pilkada tahun 2024.

“Partai lain sepertinya masih malu-malu dan belum pede saja. Memang baru-baru ini muncul dari Partai nasional (PKS) yaitu M. Nasir Jamil,  namun masih malu-malu”. Kata Usman

Namun menurut Usman, sejak di deklarasikan Muzakir Manaf sebagai calon Gubernur Aceh pada Pilkada tahun 2024 nantinya, publik Aceh belum melihat  visi misi dan program unggulan yang ditawarkan oleh Partai Aceh untuk membangun Aceh yang lebih baik

“Partai Aceh masih berkutat pada isu-isu MOU, dan berbagai turunan implementasi UUPA. Padahal dalam berbagai turunan tersebut perlu disiapkan program-program skala prioritas Aceh masa depan, yang selanjutnya dijual pada rakyat”.  Kata Usman

Seharusnya lanjut Usman, skala prioritas harus disiapkan bila anggaran DOKA/Otsus Aceh berakhir karena akan berdampak sangat besar dalam membangun Aceh kedepan

Dengan adanya dana Otsus seperti saat ini saja, kata Usman, Aceh belum mampu keluar dari kemiskinan dan mendapatkan kesejahteraan.

“Calon gubernur sudah harus punya obat jitu, agar Aceh terobati dan sembuh kembali dari sakit, kembali bangkit biarpun dana otsus berakhir.  Harus ada konsep, dan visi yang jelas, agar masa depan Aceh yang dicita citakan para syuhada tercapai”. Jelasnya

Usman menambahkan, Partai Aceh harus mempertimbangkan dengan matang langkah dan program politiknya agar mampu merebut hati rakyat karena dalam pesta politik sebelumnya Partai Aceh harus mengalami kekalahan dan jumlah anggota caleg dari Partai Aceh yang lolos ke DPRA juga semakin berkurang dan nilai tawar Partai Aceh akan semakin lemah

“Menjadi PR besar buat Partai Aceh, pada Pileg/Pilkada 2024 pemilih bukan lagi rakyat Aceh ideologis, namun rakyat Aceh milinial yang sangat sedikit memahami sejarah perjuangan Aceh, tentu bakal sangat sulit buat Partai Aceh untuk menyakinkan mereka memilih Partai Aceh dan kader Partai Aceh”. Terangnya

Usman menyarankan, seharusnya Partai Aceh segera melakukan evaluasi dan reformasi internal termasuk proses pengkaderan yang efektif. [MM]

Editor : Muslim

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Erick Thohir Resmikan Destinasi Wisata Baru Desa Wisata Situ Lebak Wangi

Wali-News.com, Jawa Barat. Menteri Badan Usaha Milik Negara