Muhammadiyah Babel Dukung Jembatan Bahtera Sriwijaya, Apabila Memiliki Dampak Positif Pada Masyarakat Pulau Bangka

Muhammadiyah Babel Dukung Jembatan Bahtera Sriwijaya, Apabila Memiliki Dampak Positif Pada Masyarakat Pulau Bangka

0
Sekretaris PW Muhammadiyah Babel Fadillah Sabri

Pangkalpinang, Wali-News.com – Pembangunan Jembatan Bahtera Sriwijaya yang memiliki total panjang jembatan 15 Km dan akan menghubungkan Sumsel dengan Pulau Bangka, telah disepakati berlokasi di Desa Tanjung Tapa Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten OKI Provinsi Sumsel dan Desa Sebagin Kabupaten Bangka Selatan.

Sekretaris PW Muhammadiyah Bangka Belitung, Fadillah Sabri mengatakan bahwa PW Muhammadiyah mendukung pembangunan jembatan Bahtera Sriwijaya yang akan menghubung Sumsel dengan Pulau Bangka jika memiliki dampak positif untuk kesejahteraaan masyarakat Pulau Bangka.

“Dalam pembangunan diketahui akan memiliki dampak positif dan negatif serta pro-kontra di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan kepada pemerintah daerah agar melaksanakan studi kelayakan yang benar – benar dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan non teknis.” ujar Fadillah Sabri

Fadillah menambahkan, dalam pembangunan jembatan tersebut pemerintah harus memperhatikan dampak ekonomi dan sosial masyarakat.

“Diharapkan Gubernur Babel dan DPR Babel melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat terkait tujuan dari pembangunan jembatan tersebut, sehingga masyarakat mengetahui tujuan dari pembangunan jembatan tersebut, serta upaya menghindari pro dan kontra yang akan terjadi di tengah masyarakat terkait tujuan pembangunan jembatan tersebut.” sambung Fadillah Sabri

Namun demikian, Fadillah juga menyoroti wacana pembanguan Jembatan Bahtera Sriwijaya hanya dalam kurun waktu dua tahun dan belum pernah di sosialisasikan secara masif kepada masyakarat.

“Hingga saat ini, pemerintah belum pernah terlihat melakukan sosialisasikan terkait kajian teknis dan non teknis serta tujuan dari pembangunan jembatan Bahtera Sriwijaya kepada masyarakat Bangka dan di dunia akademik.” tambah Fadillah Sabri

Dijelaskannya, masyarakat Pulau Bangka merupakan masyarakat yang akan terkena dampak langsung dari pembangunan jembaran tersebut. Oleh sebab itu, diharapkan pemerintah daerah melibatkan mahasiwa dalam melakukan diskusi dalam pembangunan jembataan tersebut, serta jangan hanya melakukan diskusi dengan konsultan pembangunan jembatan tersebut. Hingga saat ini Organisasi Masyarakat (Ormas) dan kalangan akademisi di Bangka Belitung belum pernah dilibatkan dalam membahas pembangunan jembatan tersebut.

“Focus Group Discussion (FGD) dengan keterlibatan pihak yang berkompeten harus dilaksanakan, sehingga akhirnya pada suatu kesimpulan bahwa jembatan tersebut memang harus dibangun.  Diharapkan pemerintah melakukan diskusi publik yang menghadiri Ormas, kalangan akademi baik dari kampus maupun masyarakat dan pemerintah daerah serta Konsultan pembangunan terkait teknis dan non-teknis dalam pembangunan dalam pembangunan jembatan Bahtera Sriwijaya.” tutup Fadillah. (Ra/WN)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Dugaan Pelanggaran Dalam Pilkada Beltim 2020, LBH KUBI: Unsur Delik Tindak Pidana Menghasut Tidak Terpenuhi

Pangkalpinang, Wali-News.com – Dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan