Ombudsman : Masyarakat Gampong Pasir Harus Segera di Relokasi

Ombudsman : Masyarakat Gampong Pasir Harus Segera di Relokasi

0

Wali-news, Aceh Barat – Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh mengunjungi lokasi banjir rob yang terjadi beberapa hari lalu di Gampong Pasir, Kecamatan Johan Pahlawan Meulaboh, Aceh Barat.

Kunjungan dilakukan Sabtu (27-7-2020) bersama Tim Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Aceh.

“Kami sudah melihat langsung ke lokasi bencana. Ini harus segera mendapat respon cepat (quick respon) dari pemerintah daerah” sebut Dr Taqwaddin, Kepala Ombudsman RI Aceh.

Berdasarkan amatan pihak Ombudsman dan Tim dari Forum PRB Aceh, kata Taqwaddin, banyak rumah yang sudah tertimbun pasir bahkan hingga mencapai satu meter. Tak hanya rumah, fasilitas umum juga terdampak akibat banjir pasang air laut itu.

Akibatnya, masyarakat sangat kesulitan menghadapi musibah tahunan itu, dan berharap perhatian pemerintah.

“Kami berharap segera dilakukan relokasi oleh pemerintah, atau dicarikan solusi yang lainnya. Karena kami sudah tidak memungkinkan lagi tinggal disini” sebut Boy (42) salah satu warga Gampong Pasir kepada Kepala Ombudsman.

Hal senada juga diutarakan oleh Saiful (58) warga setempat, bahwa mereka ingin segera dipindahkan dan jauh dari bayang-bayang bencana banjir rob tersebut.

“Saat ini kami dibayangi selalu oleh rasa cemas dan ketakutan akan banjir rob. Kami berharap perhatian dari pemerintah untuk mencarikan tempat tinggal baru yang memadai untuk kami” harapnya kepada Tim dari Ombudsman dan Forum PRB Aceh di lokasi banjir.

Kepala Ombudsman Aceh berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Barat segera bertindak sebelum adanya korban jiwa. Pelayanan kepada masyarakat yang ditimpa bencana bukan hanya sekedar memberikan bantuan masa panik. Namun harus dipikirkan juga program jangka panjangnya kepada mereka, baik berupa perlindungan keselamatan maupun kesejahteraannya.

“Pemerintah Aceh Barat dalam hal ini harus segera menyikapi permasalahan yang dihadapi masyarakatnya, persoalan ini harus dilihat dalam jangka panjang. Tidak cukup dengan bantuan masa panik saja, tapi juga harus dipikirkan bagaimana keselamatan dan kesejahteraan mereka kedepannya” sebut Taqwaddin yang juga dosen Magister Ilmu Kebencanaan Unsyiah.

“Menurut amatan kami, mereka harus segera direlokasi sebelum jatuh korban jiwa. Selanjutnya juga harus dipikirkan pembangunan yang berparadigma build back better, yaitu membangun kembali relokasi kehidupan warga yang lebih baik kepada masyarakat tersebut. Harus ditempatkan pada lokasi lain yang tepat dan aman, sehingga mata pencaharian mereka bisa berkelanjutan.” pungkas Taqwaddin.(Mala)

Editor : Chairan Manggeng

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Polda Aceh Cekup Empat Pelaku Penyeludupan Etnis Rohingya

Wali-news, Banda Aceh- Jajaran Kepolisian Daerah Aceh melalui