PA 212 Lampung Sesalkan Kasus Penembakan Mati Aparat Terhadap 6 Laskar FPI

PA 212 Lampung Sesalkan Kasus Penembakan Mati Aparat Terhadap 6 Laskar FPI

0

wali-news.com, Bandar Lampung – PA 212 Lampung dan Forum Suara Masyarakat Lampung menggelara Konferensi Pers (08/12/20) sebagai bentuk penyesalan terhadap insiden penembakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap pengawal Habib Rizieq Shihab pada 7 Desember 2020. Penembakan yang telah merenggut nyawa 6 anggota Front Pembela Islam (FPI) tersebut dinilai tidak pantas dan telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Dalam edaran yang dibagikan, ada 8 tuntutan yang disampaikan :

Pertama, Berduka atas Syahidnya 6 (enam) Orang Laskar FPI. Semoga ALLAH SWT mengampuni dosa – dosa mereka dan ditempatkan di Surga-nya bersama para syuhada.

Kedua, Mengajukan Protes dan Menyesalkan Tindakan Oknum Polisi yang diduga telah menewaskan 6 (enam) Laskar FPI tersebut dikarenakan mereka bukan Kriminal dan bagian dari warga negara Republik Indonesia menjadi tanggungjawab dan tugas Kepolisian RI dalma hal melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat, sehingga Wajib untuk dijaga keselamatan Jiwa setiap Warga Negara.

Ketiga, Meminta kepada Presiden RI untuk bersikap tegas memerintahkan kepada Kapolri untuk memberikan sanksi Hukum terhadap para oknum pelaku penembakan 6 (enam) orang Laskar FPI.

Keempat, Meminta kepada DPR RI dan Presiden RI untuk membentuk Tim Pencari Fakta yang Independen dalam hal mencari tahu latar belakang peristiwa penembakan 6 (enam) orang dan melakukan publikasi hasil temuannya secara Transparan kepada masyarakat luas.

Kelima, Mendesak kepada Kapolri untuk meberhentikan dan memecat Kapolda Metro Jaya dan Dit Intelkam Polda Metro Jaya. Sebagai pertanggungjawaban atas peristiwa Penembakan terhadap rombongan Rizieq Shihab yang menyebabkan Syahidnya 6 (enam) orang Laskar FPI.

Keenam, Mengajak seluruh ormas – ormas Islam dan ormas lainnya agar bersama – sama mengawal Tim Pencari Fakta Independen.

Ketujuh, Mendesak kepada pihak – pihak yang melakukan Teror maupun Tindakan lainnya agar menghentikan semua tindakan teror dan intimidasi terhadap Rizieq Shihab dan keluarga serta ulama dan para Aktivitas Dakwah.

Kedelapan, Stop atas berita bohong yang menyesatkan masyarakat Indonesia.

“Bila pemerintah tidak menegakan tuntutan itu, maka kami akan turun ke jalan untuk mengadu ke DPR yang merupakan Lembaga Perwakilan Rakyat. Jika DPR tidak bisa mendengar aspirasi, maka kami akan membuka parlemen jalanan”, ujar salah satu koordinator Konferensi Pers, Ulul Azmi.

Editor : Ikhsan

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Menakar Peluang dan Ancaman NU Masa Depan

wali-news.com, Tanggamus – MUKTAMAR ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di