Panglima Laut Lhok Langung, Mifa Dan PLTU Nagan Raya Jangan Bohongi Publik

Panglima Laut Lhok Langung, Mifa Dan PLTU Nagan Raya Jangan Bohongi Publik

0

wali-news.com, Meulaboh – Persoalan terkait pencemaran lingkungan oleh Batubara di sepanjang bibir pantai di Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Rabu, (18/9/19). Belakangan ini menjadi perbincangan dikalangan masyarakat dan Media Sosial.

Banyaknya batubara yang bertebaran di pantai dan di laut, mendapat sorotan dan protes dari berbagai pihak dan kalangan masyarakat setempat. Tak terkecuali pihak perusahaan tambang yakni PT MIFA Bersaudara dan PLTU Nagan Raya yang mengrespon atas persoalan tersebut dengan melakukan pembersihan batubara di pantai dua hari yang lalu.

Panglima Laot Lhok Langung Li Asmi membantah pernyataan perusahaan PT Mifa dan PLTU terkait pembersihan batubara di tiga desa yakni, Peunaga Pasie, Peunaga Rayeuk dan langung. Padahal pada Hari Selasa (17/9) itu, di desa Peunaga Rayeuk tidak ada dilakukan pembersihan batubara termasuk langung.

“Tidak ada dilakukan pembersihan di tiga desa, tapi hanya desa Peunaga Pasie yang dilakukan pembersihan, itupun pihak Mifa dan PLTU saja dan tidak dilibatkan masyarakat. Kalau pihak perusahaan mengatakan melibatkan masyarakat setempat, itu bohong,” ujar Panglima Laot

Menurut Bang Mi sapaan akrabnya, pengakuan dari pihak perusahaan sangat bertolak belakang, dilapangan saat melakukan pembersihan, kedua perusahaan membawa alat berat buldoser dan pekerjanya untuk melakukan pembersihan.

Sementara itu, di hari kedua kembali dilakukan pembersihan batubara di desa Peunaga Rayeuk, namun sejumlah pemuda melakukan penghadangan dan pemberhentian buldoser di peunaga rayeuk, karena masyarakat kecewa terhadap perusahaan.

“Aparatur Desa dan masyarakat merasa sangat dirugikan, bukan hanya karena pencemaran batubara di pantai. Melainkan karena pernyataan pihak perusahaan dibeberapa Media Online, yang mengakibatkan pembersihan itu dilakukan di tiga desa dan melibatkan warga. Itu sama sekali tidak benar,”Panglima kembali menegaskan

Selain itu, Ketua Pemuda Desa Peunaga Rayeuk Zulkarnaini (Marcon) mengatakan, pemberitaan oleh pihak Mifa dan PLTU Nagan Raya di media itu, tekesan sebagai pencitraan semata, terkait pembersihan pencemaran batubara di pesisir pantai di Kecamatan Meureubo, agar Publik menganggap persoalan pencemaran batubara di pantai sudah selesai.

“Rilis PT. Mifa Bersaudara dan PLTU di media itu, sangat mengganggu masyarakat dan publik seolah-olah sudah terjalin kerjasama pihak desa beserta panglima laot lhok langung atas pembersihan tumpahan dan pencemaran batubara di wilayah pesisir meureubo.”Jelasnya

Menurutnya, persoalan pencemaran lingkungan Batubara di laut dan pantai ini sudah sangat luar biasa bukan lagi kasus biasa, karena banyak masyarakat dan para nelayan yang dirugikan.

Ia mengaku, sebelumnya tokoh masyarakat dan pemuda sudah melakukan audiensi bersama pihak PT. Mifa Bersaudara bahkan sudah ada komitmen dan solusi terkait penyelesaian persoalan tersebut. Tapi yang terjadi hari ini pihak perusahaan tidak mengrespon dengan baik.

“Kalau memang pihak perusahaan tidak mengrespon baik keinginan warga setempat, maka tidak menutup kemungkinan hal yang tidak kita inginkan akan terjadi di kemudian hari, karena ini berbicara masalah hajat hidup orang banyak.”Pungkasnya. (Red)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Jpu Tak Hadir Lagi. Sidang Kasus Mas Kurang Kadar Kembali Ditunda

Wali-news.com, Banda Aceh – Kuasa hukum Sunardi, Razman