Pansus DPRA Pertanyakan Data Pejabat Fungsional di Biro Pengadaan Barang dan Jasa

Pansus DPRA Pertanyakan Data Pejabat Fungsional di Biro Pengadaan Barang dan Jasa

0

Wali-News.com, Banda Aceh — Panitia Khusus (Pansus) Biro Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2021 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh melakukan rapat dengan Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Aceh. Rapat tersebut dilaksanakan pada Rabu malam, (14/7/2021) di ruang serbaguna DPR Aceh.

Rapat dipimpin oleh Ketua Pansus Azhar Abdurrahman dan dihadiri seluruh anggota Pansus. Rapat itu juga dihadiri Kepala Biro PBJ Sekretariat Daerah Aceh, Sayed Anwar Fuadi.

Sejak awal rapat, anggota Pansus sudah mempertanyakan tentang data pejabat fungsional yang ada di Biro PBJ.

Ketua Pansus Azhar Abdurrahman mengatakan, dalam rapat perdana dengan Biro PBJ tersebut Pansus DPR Aceh masih menggali hal-hal yang bersifat administrasi, belum bersifat teknis.

“Apakah pejabat yang ditempatkan sudah sesuai dengan aturan Undang-Undang ASN, dan juga peraturan menteri,” kata Azhar Abdurrahman.

Politisi Partai Aceh itu menjelaskan, dalam rapat tersebut Biro PBJ membawa data seperti yang dimintakan oleh Pansus DPR Aceh. Namun, ada beberapa data yang kemudian diminta lagi oleh Pansus di dalam rapat tersebut.

Dalam rapat, kata dia, ada hal-hal lain yang terungkap. Misalnya, Majelis Kode Etik Pengadaan Barang dan Jasa yang belum terbentuk. “Ini suatu kelemahan. Itu hal baru dalam rapat tadi,” sebut Azhar Abdurrahman.

Salah seorang anggota Pansus DPR Aceh, Ali Basrah, menjelaskan bahwa Pansus dibentuk karena mencermati laporan dari komisi-komisi yang ada di DPR Aceh terkait minimnya serapan APBA tahun 2021. Khususnya, kata dia,  serapan anggaran untuk belanja barang dan jasa, belanja modal dan belanja tidak langsung yang masih sangat rendah hingga Juni 2021.

“Sehingga perlu kita lakukan evaluasi atau investigasi kenapa realisasi belanja ini lambat. Perlu kita dalami apa masalahnya,” kata dia.

Dari keterangan yang didapatkan oleh komisi dari Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA), semua dokumen untuk pelelangan sudah diserahkan kepada Biro PBJ. Menurut politisi Partai Golkar ini, Pansus DPR Aceh ingin mendorong agar APBA 2021 bisa cepat direalisasikan.

Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, kata dia, jangan sampai realisasi anggaran tahun ini juga meninggalkan SILPA yang tinggi.

“Tahun 2020 SILPA mencapai 3,9 triliun, tahun 2019 juga tinggi. Kan SILPA ini tanggungjawabnya tidak bisa lepas ada di Biro Pengadaan Barang dan Jasa, karena terlambat lelangnya, banyak pekerjaan yang tidak selesai, kita tidak mau lagi mengulang sejarah itu.” kata dia

Rapat dengan Biro PBJ tersebut merupakan rapat kedua yang dilakukan oleh Pansus DPR Aceh dengan lembaga eksternal.

Sebelumnya, Pansus DPR Aceh sudah melakukan rapat dengan Ikatan Ahli Pengadan Indonesia (IAPI) Provinsi Aceh beberapa hari lalu. Recananya, Pansus akan melanjutkan rapat dengan Biro PBJ pada Kamis malam, 15 Juli 2021.[Red]

Editor : Muslim

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Polda Aceh Bongkar Praktik Tambang Ilegal Galian C, 2 Unit Alat Berat Diamankan

Wali-News.com, Banda Aceh – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh