Pelecehan Seksual Dianggap Biasa di Korut

Pelecehan Seksual Dianggap Biasa di Korut

0

WALI – Menurut laporan kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) Human Right Watch (HRW) para pejabat Korea Utara (Korut) kerap melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan. HRW mengatakan, penyalahgunaan seperti itu sangat umum telah menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Laporan ini didasarkan pada wawancara dengan 62 warga Korut yang melarikan diri dari negara dan memberikan laporan terperinci tentang perkosaan dan pelecehan seksual yang terjadi disana.

HRW mengatakan, laporan tersebut mengungkapkan budaya pelecehan terbuka, tidak pantas, terutama hal ini dilakukan oleh laki-laki dalam posisi kekuasaan atau memiliki jabatan.

“Mereka menganggap kami mainan seks. Hidup kami berdasarkan belas kasihan pria,” kata Oh Jung-hee, seorang yang dulunya tinggal di Korut, berusia 40 tahunan.

“Terkadang, entah dari mana, kamu tiba-tiba menangis di malam hari dan tidak tahu mengapa,” tambahnya.

Menurut HRW beberapa perempuan mengatakan pelecehan seksual telah menjadi begitu normal sehingga mereka tidak berpikir itu tidak biasa. Beberapa mengatakan perlakuan itu telah diterima sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Kurangnya pendidikan seksual dan penyalahgunaan kekuasaan oleh para pelakunya merupakan beberapa faktor yang menyebabkan penyakit mentalitas ini,” tambah laporan itu dilansir dari BBC pada Kamis (1/11/2018). Pelaku termasuk pejabat partai tingkat tinggi, sipir penjara, polisi dan tentara.

Orang-orang yang diwawancarai mengatakan kepada HRW bahwa ketika seorang pejabat “memilih” seorang perempuan, perempuan ini hanya memilki sedikit pilihan dan harus mematuhinya.

Salah satu contohnya adalah terjadi pada seorang perempuan, yang sedang ditanyai oleh seorang petugas polisi di fasilitas penahanan pra-sidang, setelah dia tertangkap melarikan diri dari Korut.

“Dia membuat saya duduk sangat dekat dengannya, dia juga menyentuh saya di antara kaki, beberapa kali selama hari yang berbeda,” kata Park Young-hee. “Hidupku ada di tangannya, jadi aku melakukan semua yang dia inginkan. Bagaimana aku bisa melakukan hal lain?” tambahnya.

HRW menyerukan agar Korut mengakui masalah kekerasan seksual dan memastikan bahwa hal ini dianggap sebagai kejahatan.

Sebuah laporan PBB pada 2014 sebelumnya menyimpulkan bahwa pelanggaran HAM sistematis, meluas dan berat telah dilakukan oleh pemerintah Korut. Ia menambahkan bahwa aborsi paksa, pemerkosaan dan kekerasan seksual juga telah dilakukan di penjara atau di tahanan.

Sumber : JawaPost.com

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Dema UIN Ar-Raniry Temui Rektor Minta Laksanakan Perkuliahan 100%

Wali-news.com, Banda Aceh – Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema)