Pembukaan PKA VII Dimeriahkan 1.100 Penari

Pembukaan PKA VII Dimeriahkan 1.100 Penari

0

wali-news.com, Banda Aceh – Pembukaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII akan dimeriahkan pertunjukan tari massal melibatkan 1.100 penari dari Banda Aceh, Aceh Besar, dan Aceh Tengah. Pembukaan dijadwalkan dihadiri Presiden Joko Widodo di Stadion Lhoong Raya, Banda Aceh, Minggu (5/7/2018).

Tarian yang ditampilkan pada pembukaan PKA VII menggambarkan tentang kebudayaan delapan etnik yang ada di Aceh. Tarian massal tersebut melibatkan 33 sanggar tari dan teater di Banda Aceh dan Aceh Besar. Pertunjukan itu dikombinasikan dengan penayangan video mapping. Sedangkan penari dari Aceh Tengah khusus menampilkan Tari Guel dikolaborasikan dengan pertunjukan seni lainnya.

Pertunjukan tari pembuka digarap Imam Juaini, koreografer Aceh yang sudah melakukan banyak pertunjukan di sejumlah negara di dunia.

Imam mengatakan, pertunjukan tersebut melukiskan perjalanan Aceh sejak masa pra-Islam sampai kepada zaman terkini dan bermuara pada keberagaman PKA.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Amiruddin Tjoet Hasan dalam rapat koordinasi panitia di Kantor Gubernur Aceh, Sabtu (28/7/2018) mengatakan, panitia terus merampungkan seluruh persiapan kebutuhan PKA VII yang akan dihelat pada 5-15 Agustus 2018 di Banda Aceh.

Sementara itu, Aceh Expo yang digelar di Lapangan Blangpadang Banda Aceh akan berlangsung pada 4-13 Agustus 2018. Aceh Expo adalah pameran yang melibatkan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) serta Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA).

Dalam rangkaian PKA VII tersebut juga digelar pameran lainnya tentang sejarah dan budaya yang berlangsung di tujuh lokasi, yakni Museum Aceh, Museum Ali Hasjmy, Museum Tsunami, Pusat Dokumentasj dan Informasi Aceh, Kabtor Perpsutakaan dan Kearsipan Aceh, Kerkhoof dan BBTB.

Kepala Bidang Pameran Budaya dan Sejarah PKA, Dr.Wildan MPd mengatakan, pameran juga diikuti peserta dari Malaysia dan Brunei Darussalam. Khusus pameran di Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, selain pameran literasi dan pustaka, juga pembacaan puisi, musikalisasi puisi, dan workshop musikalisasi puisi.

“Panggung itu nanti diisi oleh seniman-seniman dan penyair Aceh,” kata Wildan.

Source : http://www.pkaceh.com.(red)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Rumah Yatim Terima Bantuan Dari Satbrimob Polda Aceh dan Bhayangkari

Banda Aceh – Personil Satbrimob Polda Aceh dan Pengurus