Pemerintah Aceh Gencar Promosikan Pariwisata Aceh

Pemerintah Aceh Gencar Promosikan Pariwisata Aceh

0

wali-news.com, Banda Aceh – Dalam rangka mempromosikan pariwisata Aceh, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pariwisata Aceh mengadakan Acara Aceh Culinary Festival (ACF) 2019.

Pembukaan Aceh Culinary Festival (ACF) 2019 berlangsung meriah, konsep yang ditawarkan di lokasi acara juga membuat pengunjung leluasa untuk menjajal ragam kuliner, mulai dari makanan ringan, kuliner khas daerah hingga cemilan milenial.

Acara yang dibuka oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Helvizar Ibrahim ini berlangsung di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Jumat (5/7/2019) malam yang dihadiri oleh unsur kabupaten/kota di Aceh, chef nasional dan luar negeri serta sejumlah pengunjung dan wisatawan asal Malaysia.

Helvizar dalam sambutannya, mengaku gembira atas pencapaian ACF sebagai salah satu event kuliner terbesar Aceh yang kembali berhasil masuk Top 100 Calendar of Event (CoE) Wonderful Indonesia 2019.

“Aceh Culinary Festival sudah digelar keenam kali pelaksanaannya dan sudah tiga tahun berturut-turut masuk agenda CoE Kementerian Pariwisata RI. Diharapkan 2020 nanti, ACF tetap menjadi top event Wonderful Indonesia,” imbuh Helvizar.

Dengan kegiatan kuliner ini bisa menjadikan potensi yang menjanjikan untuk promosi pariwisata Aceh. Sebab Aceh dengan kuliner khasnya seperti mie Aceh, Kopi Gayo, Ayam Tangkap dan lain-lain bisa menjadi daya tarik untuk mendatangkan para wisatawan dari luar Aceh.

Plt Gubernur Ajak Rombongan Famtrip Malaysia Promosikan Pariwisata Aceh

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengajak rombongan Familiarization Trip (Famtrip) dari KJRI Johor Bahru Malaysia untuk mempromosikan potensi pariwisata Aceh kepada turis asal Malaysia. Dengan harapan, wisatawan asal Malaysia yang mengunjungi Aceh dapat terus meningkat.

“Kami dalam keadaan kurang sehat dan sakit saja berkunjung ke Malaysia, sakit saja kami berkunjung ke Malaysia apalagi sehat. Mudah-mudahan rasa sayang kami kepada Malaysia dapat dibalas dengan berkunjung ke Aceh,” ujar Plt Gubernur saat menerima rombongan Famtrip dari KJRI Johor Baru Malaysia di Rumah Dinas Wakil Gubenur Aceh, Banda Aceh, Kamis (4/7).

Nova mengharapkan kunjungan wisatawan asal Malaysia dapat menjadi kunjungan wistawan asing terbanyak ke Aceh. Menurutnya, sejarah masa lalu antara Aceh dan Malaysia dapat menjadi alasan kenapa Aceh bisa menjadi destinasi wisatawan dari negeri jiran tersebut.

Sabang memang menjadi primadonanya wisata Aceh, Namun demikian, Nova juga meminta kepada peserta Famtrip untuk dapat melihat potensi wisata Aceh lainnya, seperti agrowisata yang berada di wilayah tengah Aceh. Kondisi wilayah tersebut, sambung dia, juga dapat dijadikan potensi wisata Aceh yang bisa dipromosikan untuk dijajali oleh wisatawan.

“Di Gayo kita bisa langsung ke kebun kopi, petik kopi, minum kopi di kebunnya,” ujar Nova.

Selain alam, kata Plt Gubernur, Aceh juga memiliki tema pariwisata lainnya, yakni wisata religi. Di Aceh terdapat banyak makam ulama besar di Asia Tenggara pada masa lampau, seperti Syekh Abdurrauf as Singkili. Bahkan, juga terdapat makam dari leluhur kerajaan Malaysia. Makam-makam tersebut dapat dijadikan potensi untuk diziarahi oleh pengunjung Malaysia.

Nova menuturkan, untuk terus meningkatkan kunjungan wisatawan, Pemerintah Aceh terus melakukan upaya pembenahan pada layanan pariwisata. Seperti meningkatkan pembangunan fasilitas wisata, menjaga kebersihan, dan menjaga kelezatan rasa kuliner khas Aceh.

Sementara itu, Counsellor Minister KJRI Johor Bahru Malaysia, Zainul Idris, mengatakan para peserta Famtrip mendapat kesan menakjubkan setelah mengunjungi destinasi wisata di Aceh, khususnya di Sabang dan Banda Aceh.

“Pemandangan di Sabang sangat indah, bawah lautnya juga sangat menakjubkan, kami kagum,” ujar Zainul.

Saat di Sabang, kata Zainul, para peserta juga menikmati keindahan bawah lautnya, baik dengan snorkeling maupun diving. Para peserta tersebut juga berkeinginan untuk kembali ke Aceh. Bahkan, sambung dia, ada salah seorang peserta yang telah mempromosikan keindahan Sabang selama perjalanan 2 hari lalu itu, nantinya ia akan kembali beserta 40 wisatawan lainnya yang berkeinginan melihat keindahan Sabang.

Zainul juga mengapresiasi akses jalan di Sabang. Menurutnya, jalan di sana sudah cukup bagus. Meskipun demikian, Zainul juga menyampaikan beberapa masukan dan saran kepada Plt Gubernur terhadap layanan pariwisata Sabang.

Zainul mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatakan potensi pariwisata Sabang. Di antaranya adalah kebersihan dan melengkapai fasilitas di sekitar tempat wisata.

“Mudah-mudahan kunjungan Famtrip ini bisa membawa manfaat dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Aceh. Sebelum akhir tahun ini, kita berharap travel agent yang ikut bisa membawa turis Malaysia ke Aceh,” kata Zainul.

Kepala Bappeda Promosikan Aceh Culinary Festival 2019 Saat Hadiri Halal Bihalal MT Masjid Agung Sunda Kelapa

Plt Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah MT., diwakili Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Aceh, Azhari SE., M.Si., menghadiri Halal Bihalal Majelis Taklim di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jalan Taman Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/7).

Tahun ini, Halal Bihalal tersebut menampilkan tema khas dari Provinsi Aceh, dengan dekorasi ruangan menggunakan pernak-pernik Aceh mulai dari pakaian panitia khas Gayo, Aceh Tengah, penampilan tarian ranup lampuan, hingga kuliner khas Aceh mulai dari timpan, bingkang, kuah tuhe, roti jala, mie aceh, rujak, pulot dan lain-lain.

Atas tema tersebut, Azhari mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah berkenan mengangkat tema tersebut. Dia juga menyebutkan bahwa, kerja totalitas panitia patut dihargai karena mampu memberikan penghargaan kepada masyarakat Aceh dengan menampilkan tema khas Aceh tersebut.

“Oleh karena itu, kami mewakili Pemerintah Aceh memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia,” ujarnya.

Azhari mengatakan, kegiatan sejenis ini menjadi salah satu alat pemersatu dan penyejuk bagi masyarakat Indonesia sebab sebagaimana diketahui? Indonesia sendiri adalah daerah kepulauan yang penuh dengan keberagaman baik agama, adat dan budaya.

“Silaturahim dalah media dan cara menjaga kesatuan bangsa bagaimana diajarkan dalam islam itu sendiri,” ujarnya.

Diakhir sambutan, Azhari juga mengajak semua undangan yang hadir pada kegiatan Halal Bihalal tersebut agar menyempatkan diri untuk hadir pada kegiatan Aceh Culinary Festival 2019 atau Festival Kuliner Aceh yang lezat dan akan berlangsung mulai 5-7 Juli di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh.

Kegiatan ini sendiri merupakan agenda tahun ke-6 yang secara dua tahun berturut-turut masuk dalam dalam jajaran Top 100 Event Wonderful Indonesia.

“Festival lezat ini akan menyajikan hidangan lezat dari provinsi yang juga dikenal sebagai Serambi Mekah, serta masakan dari seluruh kepulauan Indonesia dan dari berbagai belahan dunia. Karena itu, kami juga mengundang para hadiri untuk hadir pada acara tersebut,” katanya.

Aceh Culinary Festival 2019 dipersembahkan oleh Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam upaya untuk lebih mengembangkan Aceh sebagai Destinasi ‘Halal’ teratas.

Hadir dalam kegiatan tersebut, istri Wakil Presiden RI, Mufidah Jusuf Kalla, Ketua Dewan Pengurus Masjid Agung Sunda, Aksa Mahmud, Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh, Almuniza Kamal, S.STP., M.Si., Politisi senior Aceh, DR. Ahmad Farhan Hamid, MS, dan Ketua Umum PP-TIM, Dr. Ir. Surya Darma, MBA.(adv)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Rumah Yatim Terima Bantuan Dari Satbrimob Polda Aceh dan Bhayangkari

Banda Aceh – Personil Satbrimob Polda Aceh dan Pengurus