Peran Ilmuwan Sosial Dalam Demokrasi di Indonesia

Peran Ilmuwan Sosial Dalam Demokrasi di Indonesia

0

Penulis : Gratia Wing Artha*

Indonesia dengan segala permasalahannya sekarang ini agak meresahkan bagi para ilmuwan sosial. Terutama bagi mereka yang tertarik pada kajian sosial politik masalah demokrasi di Indonesia menjadi masalah yang sangat meresahkan dan memalukan bagi identitas ke-indonesiaan. Dalam hal ini sosiologi merupakan salah satu ilmu sosial yang sangat kritis dalam melihat gejala demokrasi di Indonesia yang mana demokrasi di Indonesia seolah – olah hanya utopia dan belum ada penerapannya sama sekali.

Dari sini kepincangan demokrasi di Indonesia mengakibatkan masyarakat terhimpit pada ketidakpastian, ketidakpastian akan rasa keadilan. Sedangkan pemerintah hanya berteori soal demokrasi. Maka, sosiologi menawarkan jalan keluar dengan perspektif ilmu sosial transformatif, yang mana ilmu sosial transformatif berusaha untuk menjadikan para ilmuwan sosial agar tidak hanya pandai beteori di kampus, namun juga memperjuangkan keadilan bagi rakyat kecil. Bahkan, ilmuwan sosial harus berani maju guna menyerukan perlawanan akan ketidakadilan yang menimpa kelompok sosial yang lemah dan termarginalkan oleh sistem sosial.

Secara jelas ilmu sosial berupaya untuk menemukan solusi bagi permasalahan – permasalahan demokrasi di Indonesia. Maka, sangat aneh bila para ilmuwan sosial hanya berteori tanpa bertindak. Tujuan utama ilmu sosial adalah sebagai sarana membebaskan. Oleh karena itu para ilmuwan sosial harus dapat mengoreksi demokrasi dan memberikan saran guna memperbaiki kualitas demokrasi. Dari sini dapat dikatakan bahwa ilmu sosial adalah kekuatan yang sangat penting untuk mewujudkan kemanusiaan dan kerakyatan dalam tubuh demokrasi di Indonesia.

Bagi saya ilmu sosial adalah jalan bagi perbaikan demokrasi indonesia  yang dapat dikatakan sebagai demokrasi semu. Mengapa saya mengatakan demokrasi di indonesia sebagai demokrasi semu ?.  Hal ini secara realitas lantaran demokrasi di indonesia sangat terasi sebagai bentuk demokrasi elitis yang mana para elit sosial dan politik yang menguasai demokrasi. Bahkan, saya berani mengatakan bahwa demokrasi di Indonesia dibangun melalui cita – cita keadilan , namun sistemnya tetap mempertahakan sistem lama ( kuno) yang bersifat feodalistik.

Melalui realitas yang saya suguhkan dapat disaksikan betapa mirisnya demokrasi di Indonesia. Yang mana demokrasi di Indonesia adalah demokrasi ilusi dan realitas ini terasa sangat menyakitkan terutama bagi para ilmuwan sosial yang melihat kondisi negaranya. Negara yang selama ini sangat dicintai dan dihormati justru dalam praktik demokrasi terdapat banyak penyimpangan. Dimana penyimpangan ini bernama ketidakadilan. Dalam hal ini demokrasi semu Indonesia telah menciptakan nuansa feodalisme dan elitisistem demokrasi. Sungguh, bagi ilmuwan sosial yang kritis harus sabar untuk hidup dalam penjara sistem sosial yang sangat tidak benar dan tidak memanusiakan – manusia.

Perlu diketahui bahwasannya kondisi demokrasi indonesia pada saat ini merupakan potret dari masa lampau yang mana sejak masa Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto hingga setelah reformasi para elit politik menjadikan demokrasi sebagai kedok bagi penindasan elit terhadap rakyat. Yang jelas potret demokrasi yang seperti inilah yang merupakan cerminan sistem sosial yang ada di Indonesia. Dan yang dapat dilakukan oleh ilmuwan sosial adalah terus melakukan kritik atas penyimpangan demokrasi yang dilakukan oleh para elit politik.

Saya sangat percaya suatu saat nanti sistem demokrasi di indonesia akan lebih merakyat dan keadilan dalam demokrasi akan terwujud hal ini tinggal menanti proses baik itu proses yang cepat atau lambat. Yang pasti perubahan akan terjadi karena perubahan adalah keniscayaan yang diciptakan oleh golongan cendekiawan yang sadar akan kemanusiaan dan posisinya sebagai bagian dari masyarakat. Mari kita terus berdoa agar sistem demokrasi kita ( indonesia) dapat memihak pada masyarakat yang selama ini terabaikan.

*Penulis merupakan Alumnus Sosiologi FISIP UNAIR dan Pemerhati Masalah Sosial

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

DPC Permahi Babel Gelar Majelis Ilmu Bahas Amandemen Konstitusi

Pangkalpinang, Wali-News.com — Kamis¬† (16/9) kemarin, Dewan Pimpinan