Petugas Lapas Kelas II B Meulaboh, Temukan Puluhan Telpon Genggam Saat Razia Para Napi

Petugas Lapas Kelas II B Meulaboh, Temukan Puluhan Telpon Genggam Saat Razia Para Napi

0

wali- news.com, Meulaboh – Petugas Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas II B Meulaboh menemukan puluhan telepon genggam milik warga binaan saat razia antisipasi peredaran narkotika dan obat terlarang di tempat tersebut.

“Ada sekitar 59 unit telepon genggam yang kita sita dari para warga binaan dan ini keyakinan saya digunakan hanya untuk berkomunikasi dengan keluarga,” kata kepala Lapas Kelas II B Meulaboh, Jumadi, Sabtu (19/1/2018).

Kepala Lapas Kelas II B Meulaboh, Jumadi, mengatakan pihaknya telah melakukan razia setelah beredarnya isu adanya lapas yang memproduksi narkoba, sehingga untuk mencegahnya pihak Lapas melakukan razia.

“Dalam razia pada Jumat (18/1/2017) malam itu bertujuan untuk mengantisipasi peredaran narkoba di Lapas. Apalagi informasinya ada lapas yang saat ini dijadikan sebagai pabrik produksi narkoba,” Ujarnya

Dalam razia tersebut, kata dia, pihaknya memang tidak menemukan barang haram tersebut. Namun, pihaknya berhasil mengamankan sebanyak 59 telepon genggam yang dimasukkan para warga binaan pemasyarakat (WBP) secara diam-diam, dan bebagai jenis kawat dari benda-benda elektronik yang dinilai cukup berbahaya, sehingga harus disita petugas Lapas.

“Kami khawatir kabel tersebut dihubungkan dengan alat atau kabel yang memiliki hantaran listrik dan didempetkan di dinding, sehingga bisa mengena orang yang menyentuh,” ujarnya.

Meski demikian, Jumadi belum mengambil kesimpulan apakah kabel tersebut digunakan para napi sebagai rencana untuk kabur dari lapas tersebut ataupun keperluan lain, namun guna mencegah hal yang tak diinginkan pihaknya terpaksa menyita benda tersebut.

Sementara itu, kata dia, untuk telepon genggan yang disita akan dimusyawarahkan bersama pegawai lapas apakah akan disita atau dikembalikan pada pihak keluarga, dengan catatan tidak dibawa lagi ke Lapas tersebut.

“Tapi untuk HP kami nanti muswarah lagi, kami sita atau dikembalikan ke pihak kelurga dengan catatan tidak diseludupkan lagi ke lapas. Kalau secara aturan harus kami sita,” jelasnya.

Untuk selanjutnya, Lapas Kelas II B Meulaboh berupaya menciptakan tata kondisi ruang yang disediakan khusus untuk para napi agar bisa berkomunikasi dengan keluarga. Namun hal itu masih dalam tahap pemantangan dan diharapkan mampu mengantisipasi hal demikian terulang kembali. (Red)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Sisir Gampong, BIN Daerah Aceh Kembali Vaksin Warga Aceh Besar

Wali-news.com, Aceh Besar – Badan Intelejen Negara (BIN)