PLTU 3 Dan 4 Nagan Raya, Janji Akan Penuhi Tuntutan Warga Dusun Geulanggang Meurak

PLTU 3 Dan 4 Nagan Raya, Janji Akan Penuhi Tuntutan Warga Dusun Geulanggang Meurak

0

wali-news.com, Meulaboh – Aksi pemblokiran jalan menuju lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap 3 dan 4, tempoh hari yang dilakukan oleh warga Dusun Geulanggang Merak, Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan raya selama dua hari terakhir, akhirnya mendapatkan respon baik dari manajemen PLTU 3 dan 4 dan menyatakan siap melakukan ganti rugi lahan dan bangunan rumah milik warga tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Manejer PT Meulaboh Power Generation Adi Irwansyah dalam pertemuan dengan warga Dusun Geulanggang Meurak, Kamis, (16/5/19). Ia mengatakan pihaknya siap melakukan ganti rugi untuk sepuluh unit rumah yang lokasinya berdekatan dengan pembangunan PLTU.

“Mewakili perusahaan, Adi melakukan tanda tangan di atas materai surat pernyataan, bahwa pihak PLTU 3 dan 4 siap melakukan ganti rugi sepuluh unit rumah dan lahan, kesepakatan ini lahir dari hasil pertemuan dengan warga yang sedang berlangsung saat ini,” kata Adi

Menurut Adi, untuk nilai dari lahan dan bangunan itu nantinya akan dihitung oleh tim 19 Pemerintah Kabupaten Nagan Raya. Dari 36 KK yang menjadi tuntutan masyarakat untuk diganti rugi, pihaknya akan ganti rugi sebanyak sepuluh unit rumah.

“Kami siap melakukan ganti rugi sebanyak sepuluh unit rumah, untuk sisanya nanti sama-sama menjadi tanggung jawab dari PLTU 1 dan 2 serta PT MIFA,” Ujar Adi

Usai ditanda tangani perjanjian ganti rugi ini nantinya, Adi meminta masyarakat membuka pemblokiran jalan menuju lokasi pembangunan PLTU 3 dan 4, agar proses pelaksanaan proyek dapat berjalan.

Sementara itu, Mewakili Warga Dusun Geulanggang Meurak H. Teuku Fachruddin mengatakan, pemblokiran jalan akan dibuka apabila sudah ada komitmen atau perjanjian untuk ganti rugi rumah dan tanah warga di tanda tangani.

“Kita berikan waktu selama empat bulan kepada pihak PLTU untuk melakukan ganti rugi rumah dan lahan warga,” Kata Fachruddin

Maka pihaknya meminta kepada tim 19 agar bergerak cepat menghitung nilai harga lahan dan bangunan. Karena kami beri waktu empat bulan dari mulai mengukur dan menghitung lahan. Cetusnya.

Fachruddin menjelaskan, dari 36 KK untuk 20 unit lahan dan bangunan ditanggung Mifa serta 10 unit lahan dan bangunan ditanggung PLTU 3 dan 4, ia meminta kepada PLTU 1 dan 2 menyelesaikan sisa yang tidak masuk dalam peta dua perusahaan itu sekitar 6 lagi.

Dia menegaskan apabila PLTU 1 dan 2 tidak mau memenuhi tuntutan mereka melakukan ganti rugi sebanyak enam lahan dan bangunan di dusun tersebut, maka pihaknya akan kembali mengambil tindakan dengan menyubat drainase milik PLTU 1 dan 2.

“Kalau mereka tidak ganti rugi kami sumbat lagi drainasenya. Yang sudah kami sumbat ada 6 drainase, sisa tiga yang belum. Ini akan kami sumbat jika mereka tidak bersedia menanggung enam lagi,” tegasnya. (OS)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Sekjed PPP ke Aceh, Selain Menyambangi Ulama, Gus Arwani Juga Berziarah ke Makam Abu Krueng Kalee

Wali-news.com, Banda Aceh – Sekjend DPP Partai Persatuan