PLTU Nagan Raya Akan Gunakan Pelabuhan Jetty Meulaboh, Warga Menolak : Ini Alasannya !

PLTU Nagan Raya Akan Gunakan Pelabuhan Jetty Meulaboh, Warga Menolak : Ini Alasannya !

0

wali-news.com, Meulaboh – Racana akan dilaksanakan bongkar muat batu bara milik PLTU Nagan Raya di Pelabuhan Jetty Meulaboh mendapat berbagai tanggapan serta penolakan dari warga desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan Aceh Barat. pasalnya warga tak ingin terkena efek dari dampak debu batubara tersebut.

Hal itu disampaikan Keuchik Suak Indra Puri Rosni piayanti Mala via telpon kepada wali-news.com, Sabtu (27/7/19), terkait rencana PLTU Nagan Raya ingin mengunakan pelabuhan Jetty untuk bongkar muat batu bara, memang mendapatkan penolakan dari warganya.

Penolakan dari masyarakat tersebut ada alasannya, seperti tercemarnya air laut dari tumpahan batubara serta dampak secara langsung yang di alami oleh masyarakat adalah masuknya debu batubara kedalam rumah sehingga menyebabkan sesak pada pernapasan.

“Namun kita akan mempertimbangkan hal tersebut, mengingat pelabuhan PLTU sedang mengalami kedangkalan akibat cuaca musim barat yang mengakibatkan jalur tongkang tertimbun pasir sehingga proses bongkar muat tidak bisa dilakukan,” ujarnya.

Rosni mengaku sudah menerima pesan dari Bupati Ramli melalui Camat Johan Pahlawan agar dapat memberikan perngertian kepada warga terkait persoalan yang di alami PLTU serta rencana bongkar muat batu bara di pelabuhan Jetty Meulaboh,

“Tentu ada syarat dan ketentuan harus dipenuhi, sehingga Keuchik dapat memberi pengertian pada warga, karena kepala desa tidak boleh mengambil keputusan tanpa musyawarah dengan masyarakat,” Cetusnya

Mengingat masalah listrik adalah menjadi kebutuhan bagi masyarakat, maka ia akan menyampaikan alasan permintaan pelabuhan Jetty oleh PLTU kepada warga. Tapi dengan syarat ada perjanjian yang jelas dengan pelaksana proyek, agar apa yang menjadi tanggungjawabnya kepada warga setempat selama berjalannya bongkar muat dapat dipenuhi.

Ia menambahkan karena sebelumnya masyarakat dirugikan dengan adanya bongkar muat batu bara di pelabuhan itu, warga banyak yang terganggu kesehatannya akibat dampak dari debu batu bara.

“Trauma masa lalu masih membekas dan sangat merugikan warga Suak Indrapuri akibat debu. Banyak masyarakat sakit, karena terganggu kesehatannya. Ini harus menjadi perhatian serius pelaksana proyek dengan pegawasan ketat pihak PLTU. Jangan mengulangi kasus lalu.” Pesannya.

Sementara itu Zulkifli Kepala Dusun Camar Laut, Desa setempat saat ditemui di kediamannya, mengatakan rencana bongkar muat batu bara yang akan dilakukan oleh PLTU Nagan Raya, mendapatkan penolakan oleh masyarakat setempat.

Zulkifli menyebutkan masyarakat menolak karena tidak ingin persoalan masa lalu terulang lagi. Karena sebelumnya pelabuhan juga digunakan untuk bongkar muat muat batu bara oleh salah satu perusahaan tambang di Aceh Barat. Tapi yang ditinggalkan kepada masyarakat adalah dampak dari batubara, seperti masalah kesehatan, tercemarnya air laut dan ada janji-janji perusahaan yang tidak dipenuhi.

“Misalnya anak saya, mengalami gangguan pernafasan, paru-parunya terinfeksi akibat debu batubara selama dua tahun berobat ke dokter, Alhamdulillah sudah sembuh. Tapi selama pengobatan tidak ada perhatian dari perusahaan, kalau pun bongkar muat juga dilakukan, kami harapkan hal yang sama tidak terulang lagi, pihak perusahaan harus berjanji memenuhi tanggungjawabnya.” Kata Zulkifli.

Pak Kadus menambahkan, apabila ini menjadi hal yang sangat mendesak, maka kita bisa duduk bersama antara warga dan pihak perusahaan untuk mencari solusi, karena masalah listrik adalah kebutuhan masyarakat umum, maka akan kita pertimbangkan.

“Pelabuhan itu milik pemerintah, jika pemerintah setuju, ya warga mau bilang apa. Paling kami berharap, jikapun jadi digunakan. Maka, harus ada syarat dan kearifan lokal dipenuhi terlebih dahulu. Ada kesepakatan dengan penduduk disekitar pelabuhan, supaya sama-sama diuntungkan,” Harapnya.

Sebelumnya pelabuhan bongkar muat batu bara milik PLTU Nagan Raya terjadi kedangkalan dan tertimbun pasir akibat angin kencang musim barat selama sepekan terakhir.

Dikutip dari CAKRADUNIA.CO, Kamis (25/7/19). Manager Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya, Hermanto menjelaskan, pelabuhan PLTU yang berlokasi di perbatasan Nagan Raya-Aceh Barat tersebut tak dapat digunakan karena jalur keluar-masuk tongkang pengakutan batu bara tertahan pasir setelah terjadi kedangkalan pada jalur menuju pelabuhan.

Kondisi itu, mengakibatkan pelabuhan tidak dapat difungsikan untuk menurunkan batu bara dan dua unit mesin penggerak listrik terancam mati, karena stok batu bara hanya tinggal 27.000 metrik ton lagi. Stok tersebut hanya cukup untuk empat hari kerja dengan posisi tegangan penuh.

“Yang jadi kekhawatiran kami, karena sedikitnya stok batu bara hanya ada 27.000 metrik ton lagi, untuk kebutuhan mesin tegangan ful hanya cukup untuk empat hari kerja,” urainya

Bila jalur tongkang terhambat terus karena masih dihadang kedangkalan, pihak PLTU segera akan mencari solusi untuk pemasokan batu bara melalui jalur alternatif, atau bisa menggunakan pelabuhan Jetty Meulaboh untuk sementara waktu.

“Pihaknya berharap pembongkaran batu bara lewat pelabuhan Jetty Meulaboh adalah solusi untuk mengantisipasi kekurangan stok batubara yang kini hanya tersisa cukup untuk empat hari kerja,”jelasnya. (OS)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Sekjed PPP ke Aceh, Selain Menyambangi Ulama, Gus Arwani Juga Berziarah ke Makam Abu Krueng Kalee

Wali-news.com, Banda Aceh – Sekjend DPP Partai Persatuan