Provinsi Kep. Bangka Belitung Siapkan Sejumlah Strategi Antisipasi Kemungkinan Resesi

Provinsi Kep. Bangka Belitung Siapkan Sejumlah Strategi Antisipasi Kemungkinan Resesi

0
Sekretaris Disperindag Prov. Kep. Babel Deki Susanto (Ist.)

Pangkalpinang, Wali-News.com – Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berupaya menguatkan perekonomian dengan pengembangan sektor pertanian dan perkebunan, industri dan perdagangan serta perikanan untuk menopang ekonomi daerah dan nasional dalam menghadapi ancaman resesi imbas pandemi Covid-19.

“Pandemi covid-19 menjadi awal penyebab munculnya ancaman resesi di sejumlah negara, karena pembatasan akses untuk mengurangi penyebaran covid-19. Hal ini berdampak pada penurunan kondisi ekonomi di Indonesia, terutama Babel yang berpotensi besar diterpa resesi,” ujar Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Babel Deki Susanto.

Dijelaskan Deki, resesi terjadi ketika produk domestik bruto (PDB) menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih. Dalam hal ini, Prov. Babel berpotensi mengalami resesi karena merupakan daerah kepulauan, disebabkan mayoritas bahan pokok berasal dari daerah di luar Babel serta terjadi penurunan ekspor komoditi.

Selain itu melemahnya ekonomi di masa pandemi mengakibatkan banyak sektor usaha seperti, pariwisata, pertambangan, industri dan  perdagangan serta perhotelan mengalami penurunan pendapatan.

“Keadaan ini dikhawatirkan akan menyebabkan meningkatnya jumlah PHK yang kemudian menyebabkan sejumlah permasalahan sosial dan ancaman keamanan. Jika dibiarkan karena permasalahan ekonomi memburuk, maka akan muncul berbagai dampak negatif salah satunya resesi ekonomi,” ungkap Deki.

Ditambahkannya, kondisi ekonomi selama masa era baru terus berusaha bangkit melalui berbagai cara, dengan kebijakan pusat dan daerah yang saling mendukung untuk memperbaiki keadaan dalam menghadapi ancaman resesi.

Di antaranya, Pemerintah prov. Babel berupaya mengembangkan produk pertanian seperti padi, daging untuk mencukupi kebutuhan daerah. Selain itu pemerintah berupaya mendorong komoditi unggulan daerah seperti nanas  yang menjadi komoditas ekspor, Lada Babel yang masuk dalam kategori lada kualitas terbaik dunia, bahkan cangkang sawit dan lidi nipah dan sejumlah komoditi pertanian lainnya berupaya dipasarkan. Kemudian sektor pertambangan yang mulai dikembangkan dari timah dan logam tanah jarang yang merupakan ikutan dari timah.

“Kami berharap pengembangan sumber pangan dan komoditas ekspor yang sedang digiatkan oleh Gubernur, dapat menjadikan Babel sebagai daerah yang cepat pemulihan ekonominya dan menopang ekonomi nasional. Dengan pengembangan sejumlah logam ikutan dari Zircon dan Thorium yang dikembangkan menjadi PLTT (Pembangkit Listrik tenaga Thorium), serta  memaksimalan pengembangan kawasan industri Sadai yang dapat menjadi kekuatan babel dalam mengahadapi ancaman resesi,” jelas Deki.

Sementara itu, pemerintah Prov. Babel juga berupaya mempermudah perizinan investasi dengan upaya untuk menarik investor di Babel demi meningkatkan perekonomian, mengembangkan Industri kecil menegah (IKM) dan membuat tim percepatan ekspor. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir dampak dari ancaman resesi. “Resesi tidak bisa ditolak sekalipun negara maju, akan tetapi harus diminimalisir dampak dari resesi tersebut, dengan upaya meningkatkan sektor potensial dalam daerah,” tutup Deki. (Jy/WN)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Pilkada Di Tengah Pandemi : Antara Dilema & Solusi Konstitusional

Oleh : Yudha Kurniawan* Pandemi Covid-19 memiliki dampak