Puluhan Warga Jayabaya II Bongkar Portal Perlintasan Kereta Api

Puluhan Warga Jayabaya II Bongkar Portal Perlintasan Kereta Api

0

wali-news.com, Bandar Lampung – Puluhan warga Jagabaya II dan Surabaya, Bandar Lampung ramai-ramai mencabut palang besi penutup perlintasan Kereta Api Tanjung Karang di Jalan Pajajaran, Gang Balai, Kelurahan Jagabaya II, Way Halim, Bandar Lampung, Minggu (29/09).

Warga memprotes PT KAI yang telah memasang portal pada lintasan sebidang atau lintasan tak berpalang pintu yang berada di jalan itu.

Salah satu warga, Aji Harisandi, mewakili warga setempat mengatakan, pemasangan palang besi tersebut menghambat aktivitas warga. Warga tidak dapat melewati jalur yang terpisah oleh rel kereta api.

“Warga sekitar sini merasa terganggu aktivitasnya, sebab untuk mencapai kelurahan di sebelah, kami harus memutar arah yang cukup jauh, sehingga warga pada komplain,” jelasnya.

Portal besi dipasang PT KAI pada kisaran Agustus 2019 lalu, setelah adanya peristiwa kecelakaan di pelintasan KA tersebut, yang korbannya merupakan pengendara bermotor.

“Setelah pemasangan portal waktu itu, kami mengajukan surat keberatan ke PT KAI. Kami meminta agar pemasangan palang itu tidak permanen, tapi tidak ada respon dari mereka dan memasangnya tanpa koordinasi dengan warga setempat,” ujarnya.

Menurut Aji, warga mengerti tujuan PT KAI melakukan pemasangan palang untuk keselamatan. Awalnya warga merima, namun akibat kesulitan melewatinya, warga meminta palang pintu tidak permanen dengan penjagaan petugas.

“Kalau palang seperti ini, warga dan pedagang jadi susah lewat, apalagi untuk antar jemput anak sekolah yang ada di seberang perlintasan, kami harus memutar arah,” katanya.

Palang yang dirobohkan itu rencananya akan disimpan di salah satu rumah warga yang dipercayakan, yang nantinya akan di kembalikan ke PT KAI saat melakukan mediasi bersama warga setempat.

“Agar tidak di permasalahkan PT KAI, kami menyimpan palang besi itu, kami hanya meminta kebijaksanaan saja dari mereka,” ujar dia.

Saat dikonfirmasi Awak Media, Humas PT KAI, Sapto Hartoyo menjelaskan, bahwa palang di perlintasan liar kereta api tersebut dipasang untuk menyelamatkan warga dari kecelakaan yang kerap terjadi di lokasi tersebut.

“KAI memasang portal di lokasi itu karena sudah beberapa kali terjadi kecelakan dan memakan korban. Kami hanya ingin menyelamatkan warga, karena itu kan perlintasan liar,” ucap Sapto.

Untuk menindaklanjuti masalah pembongkaran, lanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung.

“Karena sesuai dengan UU No. 23/2007 yang berhak menutup dan membuka perlintasan sebidang adalah Pemda, sesuai kelas jalan. Karena itu sudah dibongkar warga, sehingga kami kembalikan itu menjadi tangung jawab Pemda dan warga,” imbuhnya.

Terkait dengan permintaan warga yang menginginkan palang pintu perlintasan yang dijaga petugas. Sapto kembali menegaskan hal.itu wewenang Pemda setempat. Pihak KAI hanya sebagai operator pelaksana.

“Intinya kita akan koordinasikan dengan Pemda, bila mereka mau menutup perlintasan tersebut kita bantu. Tapi kalau tidak ingin menutup, itu menjadi tanggung jawab Pemda. Begitu pula permintaan palang pintu itu, merupakan kewenangan Pemda,” pungkasnya.

(Nanda Adhi Prayoga)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

GMKI Bandar Lampung : RUU PKS Ditunda, Korban Kekerasan Seksual Semakin Meningkat

wali-news.com, Bandar Lampung – Ketua Bidang Aksi dan