PW KAMMI Lampung Kecam Segala Bentuk Tindakan Repfresif Aparat Terhadap Masa Aksi KAMMI NTB

PW KAMMI Lampung Kecam Segala Bentuk Tindakan Repfresif Aparat Terhadap Masa Aksi KAMMI NTB

0

wali-news.com, Bandar Lampung – PW KAMMI Lampung Kecam Segala Bentuk Tindakan Repfresif terhadap Penyalur Aspirasi di Aliansi Mahasiswa Peduli Palestina  dan Menolak Hubungan Dagang NTB-Israel
Aliansi Mahasiswa Peduli Palestina melihat ada inkonsistensi sikap dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah yang berbanding terbalik atau bersebrangan dengan amanat dalam pembukaan UUD 1945 “segala bentuk penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri-kemausiaan dan peri-keadilan”. Sudah menjadi rahasia umum, hingga hari ini Israel masih melakukan praktek dan tindakan penjajahan kepada rakyat Palestina.

Dilansir dari radarlombok.co.id bahwa nilai ekspor produk NTB ke negara yahudi  itu mencapai 400 ribu dollar AS atau sekitar Rp 5,8 milliar. Dimana produk yang dikirim ke Israel Adalah kerajinan alang-alang dan kerajinan Batu Alam sesuai dengan data Realisasi Ekspor Provinsi Nusa Tenggara Barat periode Bulan Januari – April 2020.

Aksi Tolak Produk NTB untuk Israel ini adalah aksi gabungan dari aliansi mahasiswa peduli palestina yang terdiri dari pengurus wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Forum Silaturrahim Mahasiswa Pemuda Lombok Tengah (FORMULA) dan Keluarga Mahasiswa Islam Bima (GAMAIS BIMA).

Surat kesepakatan dengan Kepala Dinas Perdagangan NTB bahwasanya ikut menolak secara tegas hubungan perdagangan antara NTB dengan Penjajah (Israel). Dan siap dicabut jabatannya jika kembali terjadi penjualan produk NTB kepada zionis Israel.

Sangat di sayangkan aspirasi masyarakat direspon dengan tindakan represifitas yang dilakukan oleh aparat keamanan Polisi dan Satpol PP untuk memukul mundur masa aksi dan _pengeroyokan_ hingga menyebabkan luka-luka pada sejumlah mahasiswa.Hal ini terjadi ketika masa aksi ingin bertemu dan berdialog dengan Gubernur NTB, Namun tidak ada akses dengan berbagai alasan.
sehingga menuai kecaman dari berbagai elemen masyarakat,  salah satunya Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Wilayah Lampung.

Maka dengan penjelasan itu, PW KAMMI Lampung menegaskan mengecam segala bentuk represif terhadap mahasiswa yg menyampaikan aspirasi, karena itu adalah bentuk ketidakadilan dan ketidakbebasan dalam memberikan pendapat

Menolak dengan tegas hubungan dagang NTB-Israel karena hal tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap penjajahan terhadap palestina dan tidak sesuai  dengan amanat dalam pembukaan UUD 1945. (Sumber : KAMMI Lampung).

Editor : Ikhsan

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Hari Kunjung Perpustakaan 2020, Bunda Literasi Riana Arinal Himbau Masyarakat Untuk Rajin Membaca Sejak Dini

wali-news.com, Lampung – Bunda Literasi Lampung Ibu Riana