Ketua DPRK Aceh Barat : Pihak PT Mifa Bersaudara Jangan Bohongi Tim Pansus

Ketua DPRK Aceh Barat : Pihak PT Mifa Bersaudara Jangan Bohongi Tim Pansus

0

wali-news.com, Meulaboh – Tim Pansus DPRK Aceh Barat melakukan sidak lapangan ke perusahaan PT Mifa Bersaudara.

Tim Pansus yang di Ketuai langsung oleh Ramli, SE beserta anggotanya di sambut secara terbuka oleh pihak PT Mifa Bersaudara bertepatan di kantor perusahaan tersebut. Pansus DPRK tersebut akan berlangsung selama satu Minggu, di mulai pada hari ini, Sabtu (22/12/18).

Ramli SE, menyampaikan tujuan pansus untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait persoalan dampak lingkungan dari abu batu bara, terkait tenaga kerja yang belum di permanenkan, serta dugaan adanya kolam besar bekas galian perusahaan yang belum di timbun (Reklamasi) kembali.

“Kami ingin meminta data serta penjelasan terkait hal tersebut” pintanya

Menanggapi hal tersebut, Kepala Teknis Tambang (KTT) Rizwandi menjelaskan, Pihak Perusahaan Sudah memenuhi kewajibannya, awal februari 2019 kita akan memasang stokpel penyanggah debu setinggi 15 meter. Ujarnya

Rizwandi juga membantah, terkait adanya dugaan danau bekas galian perusahaan itu tidak benar, semua bekas galian perusahaan sudah kita timbun. Selain itu, pengrekrutan tenaga kerja sudah kita penuhi kuota 70% untuk masyarakat Aceh Barat dan 30% dari luar. Sudah Sesuai dengan MOU yang ada.

Namun pada saat Tim Pansus berada dilokasi pengoperasian tambang, sekitar 4 Danau besar ditemukan. Diduga danau tersebut adalah bekas galian batu bara milik PT Mifa Bersaudara.

Ketua Pansus Ramli SE beserta rombongan merasa kesal, ternyata apa yang di temukan pada lokasi tambang tidak sesuai dengan apa yang sudah di jelaskan oleh Rizwandi KTT PT Mifa Bersaudara.

“Hari ini kita benar-benar kesal, pihak PT Mifa Bersaudara telah membohongi Tim Pansus, tadi katanya semua bekas galian sedah di timbun kembali (Reklamasi), mana yang di timbun, ini buktinya masih ada”. kata Ramli SE dengan nada Emosi.

“Kalian jangan coba-coba untuk membohongi kami, Semua barang bukti kami temukan di lapangan, ini dampak kedepannya sangat berbahaya bagi lingkungan dan juga mengancam keselamatan bagi masyarakat sekitar”. Ujarnya

Sempat terjadi perdebatan dengan pihak perusahaan PT Mifa, Ramli SE berserta anggota Pansus mengancam, semua barang bukti yang kita temukan di lapangan akan di Laporkan kepada Dinas Lingkungan hidup dan Kehutanan Provinsi dan juga kepada kementerian lingkungan hidup. Tutupnya. (Red)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

1 Positif Covid-19 Saat Tim Asistensi Polda Aceh Lakukan Pemeriksaan di Perbatasan Tamiang-Sumut

Wali-news.com, Aceh Tamiang – Tim Asistensi Polda Aceh