Rapor Merah FPR terhadap Pemerintahan Jokowi

Rapor Merah FPR terhadap Pemerintahan Jokowi

0

wali-news.com, NTB – Aksi demonstrasi puluhan orang di simpang 4 BI Jalan Udayana Kota Mataram yang dilakukan oleh beberapa Organisasi Kemasyarakatan, seperti FPR, FMN, Pembaru, dan Seruni merupakan bentuk keluh kesah masyarakat kepada masa kepemimpinan Jokowi selama 5 tahun kebelakang. Mereka menyampaikan orasi silih berganti untuk memberikan gambaran bahwa saat ini masyarakat miskin tambah sengsara, Minggu siang. (20/10)

Sejumlah 21 tuntutan masyarakat yang ingin disampaikan kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan permasalahan yang ada di Indonesia. Masalah ekonomi, masyarakat Papua, HGU, dan UU yang menyengsarakan masyarakat, tidak dapat diselesaikan oleh pemerintahan Jokowi.

“Saat ini kebebasan berekspresi sudah dikekang dan dibungkam, Undang-Undang yang seharusnya menjamin dalam berpendapat dan berekspresi, kini sudah tidak bisa dilakukan. RUU KPK hanya untuk mengekang demokrasi.”, ucap Alwi dalam penyampaian orasinya.

Masyarakat Indonesia membutuhkan pemimpin yang peduli terhadap rakyat miskin dan tidak mengedepankan kepentingan pribadi. Harapan dan keinginan masyarakat untuk sejahtera belum juga terwujud. Sehingga masyarakat silih berganti untuk menuntut pemerintah agar segera selesaikan permasalahan yang ada di Indonesia.

“Selain itu, saudara kami yang berada di Kalimantan dan Sumatera, mereka menderita penyakit yang disebabkan dari kebakaran hutan dan lahan. Dimana peran pemerintah dalam menangani hal tersebut. Kami menuntut Jokowi untuk segera padamkan kebakaran itu, aktivitas masyarakat menjadi terganggu.”, tambahan salah satu demonstran dalam penyampaian orasinya.

Harapan masyarakat sangat besar kepada pemerintah untuk dapat bersikap adil dan bijaksana dalam menyejahterakan rakyatnya.

(Ubay)

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

BINDA SULSEL SIAPKAN RIBUAN DOSIS VAKSIN DOSIS 2

BANTAENG – Badan Intelijen Negara (BIN) Sulawesi selatan,