Saleum Abdya Diskusikan Fenomena Pernikahan Dini Di Aceh Barat Daya

Saleum Abdya Diskusikan Fenomena Pernikahan Dini Di Aceh Barat Daya

0

Wali-news, Aceh Barat Daya- Komunitas Saleum (Seduhan Aceh Untuk Literasi Umat) Abdya kembali mengadakan kajian ilmiah rutin di bulan kedua setelah launching desember 2020 lalu. Kajian pertama oleh H. Roni Haldi, Lc pada desember 2020 lalu dengan tema Meningkatnya Angka Perceraian PNS di Aceh Barat Daya dan pada kajian kedua ini Saleum Abdya mengangkat kajian tentang Meningkatnya Kasus Pernikahan Dini di Aceh Barat Daya ditinjau dari analisis yuridis dan sosiologis yang bertempat di KUA Kecamatan Susoh, Abdya.

Koordinator Saleum Literasi Aris Faisal Djamin S.H, Rabu (13/01/2021), menyampaikan, kajian kedua ini disusun dengan baik dan profesional dengan melampirkan beberapa data Mahkamah Syar’iyyah Blangpidie dan Pengadilan Agama di beberapa provinsi di Indonesia, juga dikaji dengan beberapa referensi buku, skripsi dan jurnal ilmiah.

Pemateri diskusi kedua Rahmatullah Mufassir, S.H juga menyampaikan bahwa dengan disahkannya UU Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan UU Nomor 1 tahun 1974 terkait dinaikkannya batas minimal umur menikah perempuan dari 16 (belas tahun) menjadi 19 (sembilan belas) tahun belum mampu mengurangi angka Pernikahan Dini di Indonesia, khususnya Kabupaten Abdya, justru meningkat lebih tinggi dengan adanya permohonan Dispensasi Nikah di Pengadilan Agama atau Mahkamah Syar’iyyah.

Adapun faktor terjadinya pernikahan dini umumnya yaitu (1) sebab dari anak, (2) sebab di luar anak. Sebab dari anak diantaranya (1) putus sekolah (2) terjadinya hubungan bilogis di luar nikah dan (3) hamil di luar nikah” sedangkan sebab di luar anak diantaranya (1) khawatir melanggar ajaran agama (2) faktor ekonomi (3) budaya perjodohan oleh orang tua kepada anaknya”

Pemateri juga menyampaikan, faktor utama terjadinya pernikahan dini yaitu pada pendidikan dan ekonomi. Sehingga solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan pemahaman kepada orang tua dengan membuka pola pikir atau paradigma terkait efek buruk dari pernikahan dini baik dari dampak hukum.(Kbir)

Editor : Muslim

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

ACT lhoksemawe Bekali Relawan Kesigapan Hadapi Bencana

Wali-news, Lhokseumawe –Tim Emergency Respon Aksi Cepat Tanggap