Satresnarkoba Polresta Banda Aceh Tangkap 10 Tersangka Terkait Kasus Narkotika

Satresnarkoba Polresta Banda Aceh Tangkap 10 Tersangka Terkait Kasus Narkotika

0

Wali-news, Banda Aceh – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Banda Aceh kembali menangkap pemilik, pengguna serta pengedar Narkotika jenis sabu dan ganja kering, mereka di tangkap pada lokasi berbeda, penangkapan itu hasil dari pengembangan sejumlah kasus Narkoba.

Dalam pengungkapan itu, selain menangkap 10 pelaku, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti 22,63 gram sabu dan 1,48 gram daun ganja kering.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kasatresnarkoba AKP Raja Aminuddin Harahap, S.Sos mengatakan, penangkapan dilakukan di beberapa lokasi diwilayah hukum Polresta Banda Aceh dan Wilayah Hukum Polres Pidie.

“Kami melakukan penangkapan atas pengembangan dari tangkapan sebelumnya, dan mengamankan 10 tersangka lainnya di tempat terpisah ,” sebut Kasatresnarkoba.

AKP Raja Harahap mengatakan, selain 10 orang tersangka, turut disita barang bukti 22,63 gram sabu diberbagai lokasi serta 1,48 gram daun ganja kering berikut alat yang dipergunakan oleh para tersangka dalam menggunakan narkotika ini.

“Penangkapan pertama terjadi Selasa (7/7/2020) kami menangkap BUS (34) warga Aceh Besar dan ZB (36) warga Pidie di Aceh Besar berikut barang bukti 8,51 gram sabu,” Kata Kasatresnarkoba.

Tersangka BUS pernah menjual narkotika jenis sabu seharga 3 juta kepada MNZ. Sedangkan tersangka MNZ merupakan tersangka yang lebih dulu ditangkap petugas. Dalam pengembangan polisi kembali menangkap ZB di rumahnya Gampong Dayah Beureueh, Kecamatan Mutiara, Pidie.

“BUS dan ZB, merupakan pemesan sabu pada IK (DPO) sebanyak 25 gram seharga 13 juta dan menjual sebagian sabu tersebut kepada MNZ seharga 3 juta,” tambahnya.

Terhadap tersangka BUS dan ZB dijerat Pasal 112 ayat (2) Jo pasal 114 ayat (2) dari UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun.

Selanjutnya, Sabtu (12/7/2020)kemarin, petugas melakukan penangkapan terhadap satu tersangka MY (28) di bantaran sungai di Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar dengan barang bukti enam bungkusan paket sabu seberat 0,80 gram.

“ Sabu yang ditemukan oleh petugas sebanyak enam paket diletakkan dalam sebuah tas pinggang yang di gunakan tersangka saat menjual kepada orang lain, berdasarkan keterangan MY kepada petugas, dirinya mengaku narkotika jenis sabu tersebut diperoleh dari tersangka YL seharga 800 Ribu rupiah, dimana saat ini YL berstatus DPO ,” sebut mantan Kasatresnarkoba Polres Aceh Besar ini.

Terhadap tersangka MY, Polisi menjerat dengan Pasal 112 ayat (1) Jo pasal 114 ayat (1) dengan hukuman penjara selama 12 tahun.

Disisi lainnya, personel Satuan Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh melakukan penangkapan terhadap satu tersangka atas kepemilikan narkotika jenis sabu di rumahnya di Desa Meunasah Mon, Aceh Besar pada hari Senin (13/7/2020) dengan barang bukti sabu sebanyak 3,35 gram yang disimpan dalam kaleng rokok.

“Penangkapan terhadap tersangka SU (41) warga Meunasah Mon, Aceh Besar dengan barang bukti empat paket sabu sebanyak 3,35 gram yang disimpan dalam kaleng rokok yang diletakkan di depan rumah tersangka,” sebut AKP Raja Aminuddin Harahap.

Kemudian saat petugas menginterogasi tersangka SU, ianya mengakui bahwa sabu tersebut diperoleh dari AS di Kabupaten Pidie, Kamis (2/7/2020) silam dan akan dijual kepada orang lain dengan hasil penjualan akan diserahkan kerpada AS yang ditetapkan sebagai DPO oleh Satresnarkoba Polresta Banda Aceh, sebutnya.

Selain untuk dijual, lanjut Kasatresnarkoba, tersangka SU juga menggunakan sabu tersebut untuk dihisap oleh nya dan saat ini tersangka SU mendekam disel tahanan Polresta Banda Aceh untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya serta dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) dari UU Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Pada hari yang sama, Polisi yang berbaju preman itu kembali menangkap satu tersangka yang terlibat dalam tindak pidana narkotika jenis ganja dan sabu di pinggiran sebuah kolam di gampong Lambaro Skep, Banda Aceh.

“Kami berhasil mengamankan seorang tersangka MHD (35)yang berprofesi sebagai nelayan dengan barang bukti dua bungkusan sabu seberat 0,39 gram dan satu bungkusan daun ganja kering dengan berat 1,48 gram. Tersangka MHD memperoleh dengan cara membeli dari BD yang ditetap sebagai DPO hari Sabtu (11/7/2020) di Ganoe Banda Aceh seharga 800 ribu rupiah.

Tersangka membeli sabu dari sdr. BANG DEN (DPO) sebanyak 1 bungkus dengan harga Rp. 800.000,- (delapan ratus ribu rupiah).

MHD dijerat Pasal 111 Ayat (1) dan 112 ayat (1) Jo pasal 114 ayat (1) dari UU dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun.
Selanjutnya, Personel Satresnarkoba mengamankan lima tersangka lainnya yang menggunakan narkotika jenis sabu di sebuah rumah di gampong Lamjame, Kecamatan Jaya Baru,Banda Aceh Selasa (14/7/2020).

Dari lima tersangka, petugas mengamankan narkotika jenis sabu seberat 9,38 gram dan alat yang dipergunakan oleh para tersangka berupa timbangan digital, delapan potongan pipet warna bening, pipa kaca dan tutup botol mineral berwarna biru.
Para tersangka yang diamankan diantaranya MA (22) warga Bireun, RM (20) Warga Pidie Jaya, FJ (25) warga Pidie Jaya, RZ (21) warga Banda Aceh, dan MF (22) warga Aceh Besar, sebut Kasatresnarkoba.

Kelima tersangka ini merupakan hasil pengembangan tersangka MHD yang ditangkap di Gmpong Lambaro Skep, Banda Aceh. Dalam pemeriksaan MHD mengaku memperoleh sabu dari MA dan saat penangkapan petugas menyita Barang Bukti 9,04 gram DAN timbangan digital dari MA.

Kasat menjelaskan, MA memperoleh sabu dengan cara menggadaikan sepeda motor jenis Honda scopy kepada MR (DPO) di Jeunib. Saat itu MA bersama RM sekembali dari Bireuen bertemu dengan MR di kawasan Jeunieb sebanyak 9,04 gram. Lalu mereka menuju ke Banda Aceh menggunakan L – 300 dan turun di depot air kawasan Batoh Banda Aceh.

“Saat mereka sedang menggunakan sabu bersama – sama di rumah tersangka FJ di Lamjame Banda Aceh hari selasa (14/7/2020), personel melakukan penangkapan dan menyota barang bukti 0,34 gram sabu, potongan pipet warna bening, pipa kaca serta tutup botol mineral berwarna biru,” kata Kasatresnarkoba.

Pelaku kini ini, mendekam di sel tahanan Polresta Banda Aceh. Mereka dan dijerat Pasal 112 ayat (2) Jo pasal 114 ayat (2) dari UU Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman kurungan penjara selama 20 tahun.(Lla)

Editor : Musakkir

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Kejari Aceh Besar Musnahkan Ratusan Barang Bukti Kejahatan

Wali-news, Aceh Besar– Sedikitnya Ratusan barang bukti tindak