Enam Nelayan Aceh Selatan Dilaporkan Hilang

Enam Nelayan Aceh Selatan Dilaporkan Hilang

0

Wali-news, Banda Aceh – Selain korban meninggal, enam nelayan di Kabupaten Aceh Selatan dilaporkan hilang, setelah kawasan tersebut diterjang angin kencang sejak sepekan terakhir.

Angin kencang disertai hujan juga memaksa 2 Kepala Keluarga mengungsi karena rumah mereka rusak berat tertimpa pohon yang tumbang.

“Selain meninggal dunia, satu lain mengalami luka ringan dan nelayan dilaporkan hilang saat melaut.Kerugian materiil masih didata Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Aceh Selatan,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan, BNPB, Raditya Jati, Senin (3/08/20).

Sesuai data awal yang dilaporkan BPBD Aceh Selatan kata Raditya, angin kencang merusak 8 unit rumah dengan kategori rusak berat. Sedang 5 lainnya mengalami rusak ringan akibat tertimpa pohon tumbang dan ditiup angin kencang.

“Pohon tumbang ada di beberapa titik akses jalan. TRC dan dinas terkait telah melakukan penanganan darurat, seperti kaji cepat, pembersihan pohon tumbang, dan pencarian korban yang hilang,” ungkap Raditya.

Menurut Raditya, angin kencang dirasakan warga di Sembilan  Kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan diantaranya Kecamatan Bakongan, Pasie Raja, Sawang, Meukek, Labuhanhaji, Labuhanhaji Timur, Kluet Utara, Samadua dan Bakongan Timur

” Masyarakat diimbau waspada terhadap fenomena angin kencang atau angin puting beliung. Fenomena ini biasa terjadi saat pergantian musim dan dapat diidentifikasi dengan tanda-tanda, seperti pertumbuhan awan Cumulus. Sehari sebelumnya, udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah,” kata Raditya.

Dijelaskan Raditya, di antara awan tersebut, ada satu jenis awan yang batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu dan menjulang tinggi mirip bunga kol. Awan tiba-tiba berubah warna dari putih menjadi gelap (awan cumulonimbus).

” Durasi fase pembentukan hingga awan lenyap berlangsung paling lama sekitar 1 jam,” ujar Raditya.

Bencana alam yang terjadi sebagai dampak dari fenomena meteorologi seperti angin kencang, hujan lebat dan gelombang tinggi atau hidrometeorologi diperkirakan masih terjadi hingga awal Agustus 2020. Untuk itu warga diminta waspada, termasuk nelayan yang akan melaut.

Seperti diberitakan angin kencang mengakibatkan satu warga meninggal dunia di Kabupaten Aceh Selatan, Aceh. Korban meninggal akibat tertimpa pohon yang tumbang Senin (3/08/20) sekira pukul 10.40 WIB.(win)

Editor: Arman

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Cegah Penyebaran Covid-19, Jaksa Kejari Aceh Besar Turun ke Jalan

Wali-news, Aceh Besar – Sejumlah jaksa dari Kejaksaan