Selain Mencemari Pantai, Batubara Juga Mengurangi Tangkapan Nelayan

Selain Mencemari Pantai, Batubara Juga Mengurangi Tangkapan Nelayan

0

wali-news.com, Meulaboh – Bibir pantai di sepanjang Desa Peunaga Pasir, Peunaga Rayeuk dan Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat tercemar batubara. Peristiwa yang sudah berlangsung hampir dua pekan tersebut diduga berasal dari aktifitas bongkar muat batubara kapal tongkang milik salah satu perusahaan yang beroperasi disekitar kawasan setempat.

Keuchik Peunaga Pasie, Anwardiwa kepada wartawan Minggu (1/9/19) siang mengungkapkan kondisi ini sangat merugikan warga setempat, lantaran mengurasi hasil tangkap ikan warga desa yang selama ini berprofesi sebagai nelayan.

“Kami mengharapkan kepada pihak terkait segera turun tangan untuk membersihkan. Kondisi ini tak boleh dibiarkan karena sangat merugikan masyarakat,” harapnya.

Dia mengaku belum tahu pasti, batubara yang tumpah ruah kelaut tersebut milik siapa. Yang pasti masyarakat sangat mengeluh dengan kondisi tersebut.

“Yang saya tahu, perusahaan yang selama ini beroperasi adalah PT Mifa Bersaudara dan PLTU Nagan Raya. Tapi batubara yang tumpah ke laut belum bisa kita pastikan milik siapa,”ungkapnya.

Dirinya juga menambahkan, tiga hari lalu sudah pernah dilakukan pembersihan tapi yang dilakukan hanya sebagian, setelah pembersihan tersebut dilakukan. Peristiwa yang sama muncul lagi dan lebih banyak dari yang sebelumnya,”pungkasnya.

Di sisi lain, Muklis Kepala Dusun Samudera Desa Peunaga Pasih mengatakan, batubara yang mencemari pantai dan laut di desanya itu adalah milik PT Mifa Bersaudara.

“Yang saya tahu batubara itu milik Mifa, karena sebelumnya ketika kejadian yang sama, orang Mifa datang membersihkan dan mengupah sebanyak 5 masyarakat untuk membantu mengumpulkan batubara dan di isi dalam karung,”ujarnya.

Batubara yang berada dibibir ini sudah dua pekan lamanya, dan belum ada upaya pembersihan baik dari perusahaan maupun dari pemerintah atau dinas terkait.

Muklis mengaku, selama laut dan pantai tercemari batubara, warga yang profesinya sebagai nelayan tradisional sangat merasa terugikan karena hasil tangkapannya semakin berkurang.

“Nelayan mengeluh, karena hasil tangkapannya saat melaut itu berkurang, tak hanya itu, objek Wisata Waterboom milik BUMDES yang berada di pinggir pantai, sekarang semakin berkurang pengunjung. Karena pantai terlihat sangat kotor banyak sampah batubara.”Cetusnya.

Kami aparatur desa bersama warga sangat berharap kepada pemerintah atau pihak perusahaan yang bertanggungjawab untuk segera membersihkan pantai dari batubara, karena selain mencemari lingkungan juga merugikan masyarakat. (OS)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Kabar Baik, Seluruh Pasien Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Walinews- Malang Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Malang,