Selamat Jalan Ramadhan, Semoga Bertemu Lagi Tahun Depan

Selamat Jalan Ramadhan, Semoga Bertemu Lagi Tahun Depan

0

wali-news.com, Banda Aceh – Sebentar lagi Ramadhan yang penuh berkah dan kemuliaan ini akan beranjak pergi. Sebagai seorang muslim dan beriman kepada Allah Swt, ada baiknya kita bertanya pada diri sendiri, mungkinkah kita akan bertemu kembali dengan Ramadan tahun yang akan datang?

Bagaimana pun juga, Ramadan telah memberi kita banyak kesempatan, pilihan, dan pelajaran berharga untuk lebih dekat dan mendekat diri kepada Allah Swt, jika dibandingkan dengan hari-hari di bulan yang lain. Selama di bulan Ramadhan juga, kita selalu berusaha untuk bangun malam untuk shalat qiyamul lail, beristighfar dan memohon ampunan pada Allah Swt. Padahal di luar Ramadhan, hal yang demikian itu sangatlah sulit untuk kita lakukan. Kita lebih suka memilih tidur, begadang untuk hal yang tidak bermanfaat, bahkan mendengkur dalam mimpi kehidupan yang kita bingkai sendiri.

Sementara itu, di siang hari Ramadan dalam keadaan haus dan lapar, kita juga berupaya untuk terus mengingat Allah Swt dengan berbagai aktifitas ibadah yang kita lakukan. Sedangkan di bulan lain, kita selalu lupa kepadaNya dalam keadaan perut yang kenyang dan berusaha untuk meraih segala impian dengan berbagai macam agenda, aktifitas dan kesenangan duniawi.

Ramadan juga telah mengajarkan kepada kita untuk lebih cepat membebaskan diri dari segala kesibukan kerja dan usaha yang kita lakukan. Sebab, banyak di antara kita yang ingin cepat-cepat pulang ke rumah, agar bisa berkumpul bersama keluarga sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Setelah itu, kita pun bergegas ke masjid atau musala untuk bergabung dengan saudara-saudara kita yang lain, melakukan salat berjemaah, baik yang wajib maupun tarawih dan witirnya. Padahal di luar Ramadan, kita jarang melakukan hal yang demikian.

Kita cenderung menghabiskan waktu sehari suntuk, bahkan sampai larut malam untuk terus bekerja dan berusaha mengejar fulus sehingga lupa akan kesehatan dan keluarga. Waktu yang tersedia untuk keluarga sangatlah sedikit. Apalagi untuk berjemaah ke masjid dan beramal saleh lainnya, nyaris tak sempat kita lakukan.

*Menjadi Lebih Baik Selepas Ramadan*

Sebentar lagi Ramadan akan pergi meninggalkan kita. Kita tidak tahu apakah bisa bertemu lagi atau tidak, lantaran rahasia umur adalah milik Allah Swt semata. Jadi alangkah naifnya, jika usai Ramadan tahun ini, kita kembali melakukan hal yang sama dengan tahun lalu setelah ditinggal pergi Ramadan. Maka, hal yang terbaik untuk kita lakukan adalah dengan terus berupaya semaksimal mungkin meningkatkan atau paling tidak mempertahankan amalan-amalan atau ibadah yang telah kita lakukan selama Ramadhan tahun ini.

Seandainya kita tidak sempat bertemu Ramadan tahun depan lantaran harus kembali kepada Allah Swt, sebelum tibanya Ramadhan tahun yang akan datang, maka tentulah kita tidak akan mengalami rugi besar. Sebab, kita masih punya modal yang telah berhasil kita raih dan kumpulkan di Bulan Ramadan tahun ini. Semuanya tergantung dari apa yang telah kita lakukan untukNya. Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadis Rasulullah SAW:

“Sesungguhnya puasa dan Alquran akan memintakan syafaat bagi seorang hamba di Hari Kiamat nanti. Puasa berkata: “Wahai Tuhanku, Aku telah mencegahnya dari makan dan syahwat, maka berilah ia syafaat karenanya.” Alquran juga berkata: “Wahai Tuhanku, Aku mencegahnya dari tidur di malam hari, maka berilah dia syafaat.” Rasulullah SAW berkata: “Lalu keduanya memintakan syafaat.”
(Hadis riwayat Thabrani; Imam Ahmad dan al-Hakim r.a)

Namun demikian, tidak seharusnya kita hanya bergantung kepada Ramadan, sebab Ramadan hanyalah salah satu dari sekian banyak kasih sayang Allah Swt kepada kita semua. Sementara di bulan yang lain masih banyak kasih dan sayang Allah yang tersedia untuk kita raih dan nikmati.

Oleh sebab itu, hendaklah kita berupaya semaksimal mungkin dengan apa saja kebajikan dan amaliah yang bisa kita perbuat, agar kasih sayang Allah Swt terus menerus mengalir dan tumpah kepada kita.

Sebentar lagi Ramadan akan berlalu dan mati sebelum Allah kembali menghidupkannya pada tahun yang akan datang. Akan tetapi sebaliknya Allah tidak pernah berlalu dan takkan pernah lalai untuk memantau kita. Oleh sebab itu jika kita menggantungkan amal ibadah kita semata-mata hanya lantaran Ramadan, maka itu adalah tindakan keliru yang bisa membuat kita menjadi syirik. Sebab segala sesuatu-nya hanya bergantung kepada Allah sebagaimana yang difirmakan olehNya:

Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diper-anakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (Q.S.Al-Ikhlas: 1-4)

Oleh sebab itu, marilah kita menjadi seorang yang Rabbaniyyah dengan pemahaman: ” Hidup senantiasa untuk Allah Swt, berbuat hanya karena Allah Swt, dan meminta hanya kepada Allah Swt. Bukan menjadi seorang Hamba Ramadhaniyah yang bermakna: “Orang yang senantiasa hidup hatinya dan berbuat kebajikan hanya di bulan Ramadhan saja.”

Biarlah Ramadhan tahun ini berlalu dan kita ucapkan selamat jalan untuk bulan yang penuh berkah dari Allah Swt tersebut. Akan tetapi jangan ucapkan selamat jalan pada amal kebajikan yang terus menerus dapat kita lakukan. Biarlah ia akan berhenti dengan sendirinya ketika Allah Swt telah menutup kesempatan dan menutup waktu kita untuk berbuat amal kebajikan dengan kematian yang datang menjemput, apabila sudah tiba masanya dan kita tidak tahu persoalan maut itu. Hanya Allah Swt saja yang tahu.

Selamat hari raya idulfitri 1 Syawal 1439 H. Taqabbalallahu minna waminkum yaa karim. Minal aidin walfaizin, mohon maafkan kesalahan dan kekhilafan lahir dan batin.

Mudah-mudahan amaliyah Ramadan yang telah kita kerjakan, diterima oleh Allah Swt dengan nilai baik dan menjadi pribadi Laallakum tataqun serta tetap terpelihara dengan hidayah dan inayahNya di hari mendatang. Amiin yaa Rabbal A’lamin.

Wallahua’lam Bishawab.

Saleum @bangnajmifame

Oleh: *Riri Isthafa Najmi (Koordinator Forum Aceh Menulis)*
Akun FB, Twitter, IG dan Steemit: @bangnajmifame
*Email: bangnajmi@gmail*

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Rumah Yatim Terima Bantuan Dari Satbrimob Polda Aceh dan Bhayangkari

Banda Aceh – Personil Satbrimob Polda Aceh dan Pengurus