Selesai Berikan Kuliah Umum di Kampus UTU, Mobil Menteri Agraria di Hadang Ratusan Mahasiswa

Selesai Berikan Kuliah Umum di Kampus UTU, Mobil Menteri Agraria di Hadang Ratusan Mahasiswa

0

wali-news.com, Meulaboh – Ratusan Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) melancarkan aksi unjuk rasa, mendesak Menteri Agraria segera selesaikan sengketa tanah yang terjadi di Aceh. Jum’at, (15/2/19).

Aksi ratusan mahasiswa tersebut dilancarkan di depan aula utama kampus UTU, dengan pengamanan ketat dari pihak aparat kepolisian dan scurity kampus.

Awalnya aksi berjalan damai, mahasiswa menyampaikan aspirasi dengan berorasi secara bergantian serta membentangkan karton yang berisi tuntutan aksi.

Namun suasana aksi mulai memanas ketika aparat keamanan membubarkan paksa massa, perdebatan pun terjadi hingga aksi saling dorong antara mahasiswa dengan pihak keamanan tak terhindari.

Pihak aparat kepolisian berdalih pembubaran massa aksi, terpaksa dilakukan dikarenakan aksi tersebut tidak ada surat pemberitahuan. Hal itu tidak menyurutkan semangat mahasiswa, yang ingin aspirasinya tersampaikan langsung kepada Menteri itu.

Untuk alasan keamanan, seusai memberikan kuliah umum Menteri Agraria Sofyan Djalil keluar melalui pintu belakang Aula kampus dengan pengawalan ketat aparat keamanan, dan menggunakan kendaraan mobil lain, guna untuk menghindari kerumunan mahasiswa.

Mahasiswa mengetahui hal itu, sehingga massa aksi mengejar mobil yang di tumpangi Sofyan Djalil tersebut sempat di hadang beberapa saat. Namun pihak keamanan berhasil mengamankan massa aksi sehingga rombongan Menteri dapat melanjutkan perjalanannya dengan aman.

Sebelumnya puluhan mahasiswa juga melancarkan aksinya di halaman kantor Bupati Aceh Barat, saat Menteri Agraria Sofyan Djalil menyerahkan sertifikat tanah wakaf secara simbolis kepada masyarakat kabupaten setempat. Namun Aksi tersebut tidak mendapatkan respon dari Menteri Agraria maupun pemerintah daerah.

“Pak Menteri bersama rombongan kabur lewat pintu belakang kantor bupati, keinginan kami menyampaikan langsung tuntutan aksi terkait sengketa tanah yang terjadi di Aceh, namun tidak tercapai,” Ujar Koordinator Aksi Nassalamu kepada wali-news.

Nassalamu menjelaskan, beberapa konflik Agraria yang terjadi di Aceh diantaranya, konflik antara masyarakat Desa Cot Mee, Nagan Raya dengan PT. Fajar Baizuri yang menyerobot tanah warga hingga 400 hektar milik warga Babahrot, Aceh Barat Daya dengan PT Cemerlang Abadi dan PT. Dua Perkasa Lestari sudah berlangsung hingga 30 tahun.

Selain itu, konflik warga Desa Iyu, Kabupaten Aceh Tamiang dengan PT. Rapala yang menyerobot lahan hingga permukiman warga masuk dalam Hak Guna Usaha (HGU) perusahaaan tersebut. Tapi tak kunjung selesai, Jelasnya.

“Kita ingin Menteri Agraria segera menyelesaikan persoalan sengketa lahan yang terjadi di Aceh hingga puluhan tahun belum terselesaikan, tuntutan kita hanya itu,” Ujarnya.

Menurutnya, kehadiran Menteri Agraria di Aceh Barat menjadi momen terbaik bagi mereka untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Agar Menteri tahu apa persoalan yang dihadapi masyarakat

Yang terjadi itu bukan hanya penyerobotan lahan saja, bahkan masyarakat yang berkonflik dengan perusahaan juga kerap mendapat kriminalisasi hingga berujung di penjara,” Cetusnya.

Namun sayang harapan tersebut tidak tersampaikan, karena lagi-lagi Menteri kabur lewat pintu belakang untuk menghindari mahasiswa, secara tidak langsung Menteri tidak ada niat baik untuk menyelesaikan sengketa lahan yang terjadi di masyarakat. Tutupnya, (Red).

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Sambut Hari Pahlawan, Pemuda Jaga Kekompakan

Meulaboh, walinews.com | Dalam Rangka hari Pahlawan Nasional