Soal 7 Mobil di Kajhu, Staf Yayasan: Semua Ada Dokumennya

Soal 7 Mobil di Kajhu, Staf Yayasan: Semua Ada Dokumennya

0
Photo Ilustrasi Dokumen. (Tribun).

Wali-news, Banda Aceh – Tujuh unit mobil yang ditemukan Mapolsek Baitussalam di pekarangan salah satu rumah di Gampong Kajhu Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar memiliki dokumen lengkap. Kendaraan tersebut merupakan milik sebuah yayasan yang terlibat memonitoring proses perdamaian Aceh, beberapa waktu silam.

“Itu (mobil) barang legal ada dokumen, saya karyawan dan bekerja disitu. Tapikan gak mungkin saya nampakkin dokumennya ke abang. Saya hanya memperlihatkan ke kepolisian,” Kata Marfikar kepada Wali-News, Sabtu (27/06/20).

Pernyataan disampaikan Marfikar mengklarifikasi pemberitaan “Mapolsek Baitussalam Temukan 7 Mobil Tak ‘ Bertuan’ sebagaimana diberitakan media ini, Kamis (25/06/2020). Menurut Marfikar, dirinya merupakan orang yang bertanggungjawab terkait keberadaan mobil di pekarangan rumah di Dusun Meriam Patah, Gampong Baet, Baitussalam.

Baca : Mapolsek Baitussalam Temukan 7 Mobil Tak “Bertuan”

“Saya menantu yang punya rumah itu makannya mobil itu ada disitu (rumah). Makannya saya terkejut kalau dibilang tidak bertuan, itu ada pemiliknya,” Ujar Marfikar.

Dia mengatakan kendaraan terpaksa diparkir di pekarangan rumah milik mertuannya karena Yayasan Institute Perdamaian Indonesia, selaku pemilik mobil (sesuai BPKB) sedang tidak vakum atau beraktivitas di Aceh. ” Saya staf disitu (Yayasan Institute Perdamaian Indonesia, belum ada kegiatan ya berenti sebentar nanti ada kegiatan bekerja lagi,” ujar Marfikar.

Baca Juga: Komisi III DPR RI Dorong Pengungkapan Temuan 7 Mobil di Baitussalam

Dia menjelaskan, keberadaan mobil di rumah mertuanya masih terbilang baru dan sebelumnya mobil di parkir di Kawasan Geuceu. “Mobil itu baru disitu sebelumnya di kantor di Geuceu. Kalau sekarang gak ada kantor. Itu (rumah tempat terparkir mobil di Gampong Kajhu) bukan kantor. Dulukan ada kantor tapi sekarang gaka ada lagi karena gak beroperasi secara penuh lagi. Mobil itu sebenarnya banyak tapi dititip dibeberapa tempat,” Ungkap Marfikar.

Marfikar menambahkan, mobil-mobil tersebut merupakan kendaraan yang digunakan sebagai transportasi saat Yayasan Institute Perdamaian Aceh terlibat memantau proses perdamaian Aceh.

“Ini mobil interpeace, lembaga yang terlibat memantau proses damai Aceh setelah AMM. Peraturan Indonesia kalau ada NGO asing yang bekerja di Indonesiakan harus pakai LSM lokal,setelah AMM selesai,” Kata Marfikar.

Sementara itu, saat ditanya apakah yayasan tersebut telah menghibahkan sehingga dirinya memindahkan kendaraan tersebut ke rumah mertuannya, Marfikar menjawab singkat. ” Sayakan karyawan disitu ya jaga asetlah, ngapain dihibahkan, kan karyawan saya masi aktif, terserah saya mau bawa kemana mobil itu,” Ujar Marfikar.

“Kondisinya kita gini, waktu mau pakek ya (kendaraan) diperbaiki. Kalau rumput itu setiap enam bulan sekali diperbaiki,” kata Marfikar menjawab media ini terkait kondisi mobil yang terkesan diterlantarkan.(CMA)

Editor: Arman

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Cegah Penyebaran Covid-19, Jaksa Kejari Aceh Besar Turun ke Jalan

Wali-news, Aceh Besar – Sejumlah jaksa dari Kejaksaan