Suara Dari Ambon Untuk Indonesia

Suara Dari Ambon Untuk Indonesia

0

AMBON, wali-news.com – Seratus lebih orang berjaket almamater kebanggaan berwarna biru tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Universitas Pattimura menggelar aksi unjuk rasa perihal polemik nasional yang sampai saat ini belum ada kejelasan dari pemerintah yaitu RUU KUHP dan kawanannya (24/9/2019).

Bertempat pertigaan Pujasera tidak jauh dari Unpatti sebutan akrabnya, para mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan seperti pelemahan KPK dengan terbitnya RUU KPK, RKHUP yang dirasa ngawur seukuran hasil musyawarah. Hal-hal yang menjadi pionir bergeraknya mahasiswa secara nasional di Jakarta serentak menyerbu gedung DPR.

Selain hal yang disebut, dengan bermodalkan atribut dan perlengkapan seadanya tidak menyuruti semangat mahasiswa untuk berkontribusi di daerah, sekaligus pada hari ini juga para pemuda-pemudi Unpatti ini memperingati Hari Tani Nasional. Dengan menyerukan penolakan RUU Pertanahan, tempo lalu DPR mengesahkan RUU Pertanahan yang melahirkan pro-kontra di dalamnya. Salah satu pasal kontroversial yaitu pasal 91 singkatnya berbunyi “Korban penggusuran yang melawan terancam pidana”.

Dengan membentuk forum singkat dalam aksi tersebut para mahasiswa satu per satu berdiri dan menuangkan pemikirannya lewat orasi. Bukan hanya RUU Tanah, mereka jua menyerukan RUU Perairan dan Pengesahan RUU PKS yang belum ada kejelasan sampai saat ini.

Tidak lupa juga mereka menuntut dibebaskannya tanpa syarat 11 Aktivis yakni Charles Kossay, Veronika Koman, Surya Anta, Dano Tabuni, Isay Wenda, Buchtar Tabuni, Ambrosius Mulait, Christoper Wili, Feri Kombo, Sister Mandabayan dan Ariana Lokbere yang sebelumnya ditetapkan statusnya sebagai tersangka oleh Pihak Kepolisian.

Dan sebagai poin utama dalam aksi tersebut yaitu pemerintah kota Ambon memberikan ruang demokrasi yang seluas-luasnya, pemerintah lokal maupun nasional diharapkan tidak bertindak sewenang-wenang dalam mengambil kebijakan sebab kebijakan yang sewenang-wenang dari pemerintah dinilai membebani masyarakat seperti contoh yang terjadi saat ini masih Rancangan saja sudah menjadi polemik panjang.

 

(Putra)

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

BINDA SULSEL SIAPKAN RIBUAN DOSIS VAKSIN DOSIS 2

BANTAENG – Badan Intelijen Negara (BIN) Sulawesi selatan,