Sukmawati Soekarnoputri Diduga Menista Agama, MUI Babel Rumuskan Tiga Sikap

Sukmawati Soekarnoputri Diduga Menista Agama, MUI Babel Rumuskan Tiga Sikap

0
Sekretaris MUI Babel KH. Ahmad Luthfi

Pangkalpinang – Pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang membanding-bandingkan sosok Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam dengan Presiden RI pertama Soekarno menimbulkan reaksi yang beragam.

 

Di Prov. Kep. Bangka Belitung (Babel), Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung KH. Ahmad Lutfi turut memberikan tanggapan terkait pernyataan yang dianggap menista agama tersebut. Setidaknya ada tiga sikap yang dirumuskan oleh MUI Babel dalam menyikapi polemik dugaan penistaan agama oleh Sukmawati Soekarnoputri.

 

Pertama, kendati belum secara detail melihat dan mendengar rekaman yang asli, tetapi MUI Babel sangat menyesali pernyataan Sukmawati yang telah beredar karena dianggap menimbukan kegaduhan di kalangan umat Islam.

 

“Pernyataan Mbak Sukma itu sudah menyinggung perasaan umat islam karena sesungguhnya itu sudah masuk ke ranah keyakinan umat. Karena tokoh sentral di agama Islam, yakni rasul tidak bisa kita bandingkan dengan siapa-siapa. Maka di situ lah yang mengusik hati umat islam. Akibatnya, timbul gaduh. Itu masalahnya sangat sensitif, apalagi menyangkut keyakinan,“ ungkap Ahmad.

 

Kedua, MUI menyayangkan pernyataan Sukmawati sebagai putri Presiden RI pertama yang mengusik isu-isu sensitif di Indonesia, yakni agama.

 

“Hal-hal yang sensitif seperti agama itu jangan lah disentuh, maka akibat dari pernyataan tersebut, banyak elemen masyarakat kita yang khususnya umat islam yang kecewa, apalagi disampaikan oleh putrinya proklamator, dan masyarakat tahu bahwa pak Karno memiliki sisi keagamaan yang luar biasa sedangkan anaknya bertingkahlaku seperti itu sehingga timbul kekecewaan,“ tambah Ahmad.

 

MUI Babel pun meminta seluruh masyarakat untuk memaklumi tindakan pelaporan terhadap Sukmawati atas dugaan penistaan agama dari beberapa elemen masyarakat muslim. Hal tersebut harus dianggap sebagai reaksi yang wajar atas kekecewaan yang dirasakan oleh umat Islam.

 

“Ada masyarakat yang melakukan pelaporan, ya dimaklumi saja, jangan dianggap sebagai suatu hal yang bombardir dan ditakuti,“ tandas Ahmad.

 

Terkait dengan adanya reaksi umat muslim tersebut, poin ketiga yang dirumuskan oleh MUI Babel adalah menghimbau kepada seluruh umat Islam, khususnya masyarakat Bangka Belitung untuk menghormati proses hukum dan dapat mengendalikan diri agar tidak memperkeruh kegaduhan yang ada. MUI Babel pun meminta kepada umat Islam, khususnya di Bangka Belitung untuk menjaga kedamaian.

 

“MUI menghormati proses hukum terhadap Mbak Sukma tetapi walaupun kita mengharapkan dari proses hukum tersebut, kita tetap menghimbau kepada seluruh umat islam dalam menghadapi masalah ini kita tetap harus bisa mengendalikan diri. Di satu sisi proses hukum tetap terus berjalan, di sisi lain kita hormati, jangan anarkis, jangan menimbulkan kegoncangan bagi umat sendiri,“ tegas Ahmad. (Jp/WN)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Konsep Sertifikasi Pra Nikah Belum Jelas, MUI Babel Belum Bersikap

Pangkalpinang – Polemik wacana sertifikasi dan kelas pranikah