Tahukah Kamu? Ini Makna huruf “i” di Produk Apple

Tahukah Kamu? Ini Makna huruf “i” di Produk Apple

0
Logo Apple

wali-news.com  – Para pencinta produk apple pasti sudah tidak asing lagi dengan benda – benda seperti iPhone, iPad, dan iWatch dll. Namun, tahukah kita apa sebenernya makna huruf “i” dalam produk besutan Steve Jobs tersebut?

Apple pertamakali menggunakan nama “i” didepan produk mereka pada tahun 1998, tepatnya ketika Steve Jobs mengumumkan produk komputer baru mereka yaitu iMac. Menurut Steve Jobs, nama iMac merupakan gabungan dari kegembiraan dan antusiasme dari kehadiran layanan internet dengan kesederhanaan dari produk mereka yaitu komputer Macintosh (internet + Macintosh)

Lebih lajut lagi, Steve Jobs menjelaskan kalau huruf ‘i’ di iMac tadi bukan terbatas pada kemampuanya menggakses internet saja. Komputer iMac dirancang agar sesuai dengan kebutuhan individu, memeudahkan pengguna dalam menjalakan instruksi, menyampaikan informasi, juga memberikan inspirasi.

“Dari iMac, Apple lalu menjadikan huruf  ‘i’ tersebut sebagai ciri khas mereka, dan memakainya di produk andalan mereka berikutnya seperti iPod, iPhone dan iPad”

Dalam penjelasannya, Steve Jobs juga mengartikan bahwa:

  • “i” adalah individual, yang mana ini adalah sifat alami dari sebuah personal komputer,
  • “i” adalah instruksi, dimana komputer ini dimaksudkan sebagai media pendidikan,
  • “i” adalah informasi, yang berarti sesuatu yang dapat memberikan sebuah pengetahuan baru,
  • dan “i” yang terakhir adalah inspirasi, munculnya sebuah ide-ide baru.

Dari semua penjelasan tersebut, Jobs menitik beratkan “i” pada kedekatan emosi antara produk-produknya dengan dirinya sendiri sebagai individu. Kesan personal tersebut menunjukan jati diri si pemiliknya, yaitu adanya kedekatan dan rasa memiliki antara si pemilik dengan produk Apple.

Dalam bahasa Indonesia, huruf “i” mewakili arti “saya” dimana kata ini dapat berdiri sendiri. Berbeda dengan kata “my” seperti pada kata “my document” pada Windows. Kata tersebut tidak dapat berdiri sendiri, sehingga ada unsur ketergantungan pada pemiliknya. Singkatnya, “i” memposisikan dirinya sebagai pelaku atau subjek yang dapat berdiri sendiri.

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Pasien Covid-19 Umumnya Asimtomatik, Konfirmasi Baru 56 Orang

Wali-news, Banda Aceh—Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan