Tanah Tidak di Bayar Pemko Banda Aceh, Said Hasan Bangun Rumah di Badan Jalan

Tanah Tidak di Bayar Pemko Banda Aceh, Said Hasan Bangun Rumah di Badan Jalan

1

Wali-news, Banda Aceh- Tampaknya warga dua Gampong, Lampaseh kota dan Punge Jorong, Kecamatan Kuta Raja dan Kecamatan Meuraksa Kota Banda Aceh, tidak dapat lagi menikmati ases jalan seperti biasanya.

Pasalanya Jl Perdamaian yang terletak tepat di perbatasan dua Gampong tersebut, telah di diirikan satu unit rumah shelter oleh pemiliknya.

Pendirian rumah yang dilakukan oleh pemilik tanah tersebut sebagai rasa kekecewaannya terhadap Pemerintah Kota yang masih urung melakukan pembayaran pembebasan terhadap tanahnya.

Tak ayal aksi yang tergolong nekat dari pemilik rumah itu menuai kritikan dari berbagai pihak dan warga, bahkan warga nekat menulis ” Rmh PKI ” di dinding tembok rumah yang belum jadi itu.

Hal tersebut di lakukan warga sebagai rasa kekesalan atas sikap pemik tanah, yang sengaja membangun rumah di atas badan jalan.

Satu di antaranya, Lukman (35) warga punge jurong, kepada wali-news.com, Senin (12/10/2020) mengatakan, dirinya amat menyayangkan atas aksi yang di lakukan pemilik tanah itu.

Menurutnya, kendati pemilik tanah tersebut merasa di rugikan oleh Pemko tidak seharusnya mengorbankan kepentingan orang banyak sebagai pengguna jalan tersebut.

” Dengan di tutup badan jalan itu, kami sebagai warga merasa terganggu, apalagi jalan itu merupakan akses jalan Evakuasi bila bencana terjadi ” Keluh Lukman.

Dia berharap Pemko dan pemilik tanah agar segera dapat menyelesaikan permasalah tersebut, agar warga kembali dapat menikmati akses jalan itu, Pinta Lukman berharap.

Sementara pemilik tanah tersebut, Said Hasan (81) ketika dijumpai wali-news di kediamnanya, Selasa (13/10/2020) menuturkan, permasalahan dirinya dan Pemerintah kota Banda Aceh telah terjadi sejak 10 Tahun lalu.

Pemerintah mrngambil sepihat tanahnya untuk jalan tanpa dilakukan musyawarah terlebih dahulu dengan dirinya.

Maka kami mrlakukan upaya hukum untuk mencari keadilan atas penyerobotan tanah kami, Ucap Said Hasan.

Lanjut Said, atas tindakan itu kami menggugat Pemko di pengadilan, Dan kami di nyatan menang atas tuntutan kami, tak cukup disitu saja Pemko juga melakukan Bandi ke Mahkamah Agung.

” Alhamdulillah petusan inkrah dari MA sudah kita terima dengan menyatakan kita sebagai pemenang atas kasus ini, dan bahkan Pemko Kota Banda Aceh dalam kutipan putusan MA agar segera membayar sebagai ganti rugi atas tanah itu senilai Rp 3,32 000 000,-, namun hinhga kini belum di laksanakan “, Jelas Said Hasan.

Namun kami masih menunggu etikat baik dari Pemerintah Kota untuk menyelesaikan malah ini kendati sudah tiga Walikota menjabat.

” kami yakin dibawah bapak Walikota Banda Aceh yang baru Bapak Aminullah Usman permasalahan ini akan selesai, karena saya kenal beliau orang baik “, Ucap Said Hasan optimis.

Anggota DPR Aceh Teuku Irwan Djohan, Turut menanggapi kasus ini, kepada wali-news.com mantan wakil ketua DPRA itu mengatakan, Pemerintah kota Banda Aceh hendaknya lebih bijaksana dan serius dalam menyingkapi kasus ini.

Menurutnya, pertikaian yang terjadi antara warga dan pemerintah ini yang di rugikan afalah rakyat.

Apalagi sudah ada putusan MA yang bersifat inkrah jadi ya pemerintah kota baiknya segera mencari solusi terhadap masalah ini.

” Semua bisa kita cari solusi yang terbaik demi terbuka kembali akses jalan ini, tidak mungkin Walikota tidak sayang kepada warganya ” Ucap Politisi Nasdem ini.

Saya sendiri sudah melakukan chek ke lokasi, imbuh T Irwan, jadi kami sudah faham apa yang terjadi, saran kami Pemko hendaknya menurunkan sedikit tensi, karena ada hak rakyat yang belum terpenuhi atas tanahnya, Tutup Irwan Djohan meminta.(CMA)

Editor : Chairan Manggeng

Facebook Comments

1 Comment

  1. Syedkadhom

    Sdr
    Lukman kita tukar tanah kau dengan tanah jalan bapak itu, agar kau leluasa berjalan ya, tanah yang kawasan lampasej juga

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Dema UIN Ar-Raniry Temui Rektor Minta Laksanakan Perkuliahan 100%

Wali-news.com, Banda Aceh – Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema)