Tanggul Penahan Banjir Krueng Buloh Ambrol, Kadis Pengairan Aceh: Bencana Alam Bukan Alasan Untuk Tidak Memperbaiki

Tanggul Penahan Banjir Krueng Buloh Ambrol, Kadis Pengairan Aceh: Bencana Alam Bukan Alasan Untuk Tidak Memperbaiki

0

Wali-news, Banda Aceh- Baru saja usai dikerjakan beberapa bulan lalu. Tanggul Pengendalian Banjir Sungai Krueng Buloh Kecamatan Kuta makmur, Kabupaten Aceh Utara, yang menelan anggaran sedikitnya Rp 11 Milyar lebih dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2020, Minggu (02/01/2021) Ambrol, hal itu di akibat oleh banjir yang melanda kawan tersebut.

Selain karena debit air banjir yang tinggi, buruknya kualitas bangunan yang di kerjakan oleh rekanan yakni PT Amarjaya Pratama Group, juga turut di duga, menjadi penyebab utama ambrolnya tanggul tersebut oleh banyak kalangan.

Tak ayal, kritikan pedas dan permintaan untuk segera di lakukan pemeriksaan oleh Inspektorat Aceh, di suarakan beberapa organisasi anti korupsi di Banda Aceh.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pengairan Aceh, Ir Mawardi, mengeluarkan kebijakan tegas, Jumat (08/01/2020) di ruang kerjanya kepada wali-news.com, mengatakan, Dirinya telah memanggil pihak rekanan, kita dengan khusus membuatagenda pertemuan dengan rekanan terkait masalah tersebut, Kata Mawardi.

Dalam pertemuan yang kita lakukan, Tanggal 08 Januari 2021 lalu, pihak rekanan mengatakan ambrolnya tanggul itu di sebabkan bencana banjir yang terjadi.

Hal itu sengaja di utarakan oleh rekanan untuk memberitahukan kronologi dan penyebab ambrolnya sebahagian bandan dinding tanggul itu, mungkin sekaligus, secara tidak langsung bertujuan mencari sedikit keringanan atas masalah yang terjadi, Jelas Mawardi.

Namun, penyebab banjir itu bukan sebuah alasan bagi rekanan untuk tidak memperbaiki tanggul itu.

” Karena ini menyangkut keperluan hidup orang banyak, kami mendesak pihak rekanan secepatnya memperbaiki kerusakan yang terjadi, ” Tegas Mawardi.

Tambah Kadis, ” Kami sudah turunkan tim kelokasi untuk melakukan pengecekan kerusakan secara menyeluruh pada tanggal 05 Januari 2021 lalu, hasil dari lokasi di temukan 30 Meter yang rusak, ” Imbuh orang no satu di Dinas Pengairan Aceh itu.

Dalam perjanjian bermaterai Rp 10 Ribu yang di buat oleh rekanan di saat pertemuan, Tertulis rekanan akan segera memperbaikinya di Minggu kedua dalan bulan Januari 2021 ini, dengan catatan kalau air sungai surut.

Poin air surut, permintaan mereka wajar, karena ada pengerjaan penggalian pondasi di dasar air, jadi itu hanya bisa di kerjakan saat debit air surut, point itu kita rasa rasional, Sambut Mawardi.

” Kita desak mereka untuk sesegera mungkin memperbaiki kerusakan yang terjadi di tanggul dinding tebing itu, karena hal itu masih dalam tanggung jawab mereka selama 6 bulan ini, setelah pengerjaan selesai, kalau seandainya pengerjaan juga belum di lakukan seperti perjanjian, maka kita meminta pihak bank mencairkan jaminanan atas Bank garansi milik rekanan, untuk membayar pengerjaan itu, Tutupnya Jelas.(CMA)

Editor : Muzakkir

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Bareskrim Polri Tetapkan Ambroncius Nababan Sebagai Tersangka

Wali-news, Jakarta – Bareskrim Polri resmi menetapkan Ambroncius