Tanpa Alasan, Tiga Pengurus Pesantren Inti Darul Aitami Di Pecat

Tanpa Alasan, Tiga Pengurus Pesantren Inti Darul Aitami Di Pecat

0

wali-news.com, Meulaboh – Tiga pengurus Pasantren Inti Darul Aitami Kabupaten Aceh Barat di pecat tanpa adanya surat pemberhentian sebelumnya.

Ketiga pengurus yakni Mukhtar (Scurity), Tarmizi, (Kepala Pelaksana Umum Dan Rumah Tangga) dan Yori Syahril (Kepala Tata Usaha). Mengaku telah diberhentikan dari kepengurusan pesantren itu tampa sebab dan alasan yang jelas.

Ketiganya mengetahui adanya pemecatan atau pemberhentian pada hari kamis tanggal (25/4), saat pihaknya menerima Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 279 Tahun 2019 Tentang Penunjukan/ Penetapan Personalia Unit Pelaksana Tekhnis Dinas Dayah Inti Darul Aitami Kabupaten Aceh Barat Tahun Anggaran 2019.

“Kami mengetahui bahwa sudah di pecat, ketika melihat SK bupati tersebut dan nama kami tidak ada lagi dalam kepengurusan,” kata Tarmizi, kepada awak media, di Sekber Jurnalis Aceh Barat, Senin, (29/4/19) yang didampingi dua rekannya yang bernasib sama itu.

Tarmizi menjelaskan, selama ini mereka bekerja dengan baik dan tidak pernah melakukan kesalahan apapun, walaupun ada pelanggaran yang kami lakukan, setidaknya ada Surat Peringatan (SP) I, II dan SP III. Kata dia, berdasarkan tata tertib pengurus dan dewan guru pasantren itu pemecatan dilakukan bila ada pelanggaran yang dibuktikan dengan surat teguran atau peringatan.

“Merujuk dari tatib ini saya bingung apa salah saya hingga saya dipecat atau tidak lagi masuk dalam kepengurusan. Padahal selama ini saya tidak pernah mendapat surat teguran atau SP mulai dari peringatan ke satu hingga ke tiga. Tapi tiba-tiba saya dipecat, begitu juga dengan dua rekan saya Mukhtar yang selama ini bertugas sebagai satpam, Yori Syahril selama ini sebagai KTU,” Ujarnya

Menurut dia secara aturan, SK tersebut telah mengangkangi peraturan yang ada, mengingat pemecatan yang dilakukan itu tidak mencantumkan alasan pasti. Maka pihaknya meminta Bupati membatalkan dan meninjau kembali SK tersebut.

“Kita minta kepada pihak UPTD dan Dinas Syari’at Islam untuk memberikan penjelasan terkait pemecatan atau pemberhentian terhadap kami,” Tegasnya

Sebelumnya, ada kebijakan UPTD Pasantren Darul Aitami yang kita protes, karena meliburkan siswa belum waktunya atau tidak sesuai dengan kalender nasional tanpa koordinasi dengan Dinas Pendidikan atau unit pendidikan seperti sekolah tingkat SMP dan SMA tentang jadwal libur berdasarkan kalender nasional.

“Pihaknya memang pernah protes terhadap libur yang hendak dilakukan pada tanggal 28 April dan meminta koordinasi dengan sekolah SMP dan SMA terkait libur yang secara kalender nasional 30 April kalau saya tidak salah, namun mereka tidak terima,” ungkap Tarmizi.

Atas dasar itu, tarmizi menduga dipecatnya mereka dari pengurus dayah pasantren Inti Darul Aitami karena ada kepentingan politik pihak-pihak tertentu yang tidak senang mereka ada didalam pasantren itu. Menurutnya kehadiran mereka dipsantren itu selama ini memang sangat vokal dalam mengkritisi kebijakan-kebijakan yang dianggap bertentangan atau merugikan pasantren dan santri. Cetusnya, (Red).

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Giok Aceh kembali jadi Incaran kolektur Batu

Aceh Besar/wali-news.com Berbagai macam cara orang mencari kesenangan,