Tausyiah Di Meulaboh, Ustadz Abdul Somad (UAS) Puji Keperkasaan Perempuan Aceh

Tausyiah Di Meulaboh, Ustadz Abdul Somad (UAS) Puji Keperkasaan Perempuan Aceh

0

walu-news.com, Meulaboh – Ribuan masyarakat hadir saat Ustadz Abdul Somad (UAS) mengisi Tausyiah di Pesantren Serambi Aceh, Desa Meusah Rayeuk, kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat. Jumat, (8/3/19), sore.

Dalam tausiyahnya UAS menyampaikan kekagumannya terkait keperkasaan dan keberanian para pahlawan perempuan asal Aceh, salah satunya istri Teuku Umar yakni Cut Nyak Dhien dalam mengusir penjajah Belanda.

UAS menjelaskan, bahwa Cut Nyak Dhien merupakan wanita asal Aceh yang sangat ditakuti oleh Belanda, saat menjajah Aceh. Ketakutan tersebut menurutnya, terlihat dari ditangkapnya Cut Nyak Dhien dan diasingkan ke Sumedang, Jawa Barat.

Bukan hanya itu, Menurutnya kehebatan perempuan Aceh, seperti Cut Nyak Dhien dalam berjuang telah dikenal dikancah dunia, terutama perjuangan Cut Nyak Dhien dalam menegak syariat islam di Aceh.

Dalam ceramahnya, UAS sempat menyinggung tentang foto pahlawan wanita nasional tersebut yang katanya, ada upaya rekayasa oleh pihak tertentu dengan menyebarkan foto Cut Nyak Dhien berkonde tanpa ditutupi oleh hijab.

“Saya mau tanya Cut Nyak Dhien berjilbab atau tidak,” tanya Somad dihadapan ribuan masyarakat yang memadati pasantren tersebut. Namun masyarakat ada yang jawab berhijab ada yang diam tidak tahu.

UAS menyakini sebenarnya Cut Nyak Dhien selama hidupnya berkerudung, ini dibuktikan dengan foto hitam putih Cut Nyak Dhien yang dikawal oleh Belanda, saat diasingkan ke Sumedang.

Setelah menjelaskan tentang foto Cut Nyak Dhien yang berkerudung, lalu UAS kembali bertanya siapa yang merekayasa foto Cut Nyak Dhien tidak berkerudung, seperti yang dipajang di sekolah-sekolah selama ini.

Para jamaah pun sontak menjawab Belanda, yang merekayasa foto pahlawan yang selalu setia mendampingi Teuku Umar hingga Teuku Umar meninggal dunia.

Dalam ceramahnya itu, UAS mengajak para perempuan yang hadir dalam tausiah tersebut untuk terus semangat dan berjuang seperti Cut Nyak Dhien, terutama dalam menegakkan syariat islam secara kaffah di Aceh.

Salah satu perjuangan yang harus dilakukan tersebut, kata dia, dengan mendidik anak-anak mereka menjadi anak yang saleh dan saleha. Selalu menjadi pengingat bagi suami agar terus beribadah kepada Allah.

“Dan bagi perempuan yang masih lajang, saya mengajak untuk memilih para suami yang taat pada Allah, dan mampu menjadi imam yang baik dalam keluarga,” ujarnya, (Red).

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Dini hari,si Jago Merah Lalap Puluhan Ruko Di Kota Sinabang

Sinabang/wali-news.com Sedikitnya puluhan rumah toko di Simpang Lima,Kecamatan