Terkena OTT, Harta Kekayaan Bupati Klaten Capai 35 Milyar

Terkena OTT, Harta Kekayaan Bupati Klaten Capai 35 Milyar

0

Wali-news.com, Jakarta – Harta kekayaan Bupati Klaten Sri Hartini mencapai Rp 35,043 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tertanggal 28 Juni 2012.

Dari laman acch.kpk.go.id, yang diakses, Jumat (30/12), jumlah Rp36,043 miliar itu naik Rp22,719 miliar dari laporan 6 Juli 2010 yang “hanya” mencapai Rp12,324 miliar, saat itu Sri Hartini mejabat sebagai Wakil Bupati 2010-2015.

Hartanya tersebut terdiri atas Rp30,7 miliar tanah dan bangunan yang ada di 10 lokasi di kabupaten Klaten, 7 lokasi di kabupaten Sukoharjo dan 1 lokasi di kabupaten Sleman.

Sri Hartini juga tercatat memiliki alat transportasi yang totalnya berjumlah Rp1,683 miliar yang terdiri dari mobil merek Mitsubishi Colt, Mitsubishi L 300, Daihatsu, Mitsubishi, Toyota Kijang serta 2 motor merek Honda.

Politisi PDI-Perjuangan itu masih tercatat memilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum, logam mulia serta benda bergerak lain senilai Rp2,151 miliar.

Harta Sri masih ditambah giro dan setara kas lain sebesar Rp500 juta.

Hari ini KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Sri Hartini dan tiga pejabat pemerintah kabupaten Klaten di Klaten. Petugas KPK juga menyita sejumlah uang.

“Benar, salah satunya (Bupati Klaten). Ini OTT akhir tahun. Saya apresiasi untuk (tim) KPK di lapangan yang tak kenal lelah, tidak mengenal libur,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo.

Seperti yang diketahui, Sri Hartini adalah Bupati Klaten periode 2016-2021 yang baru dilantik pada 17 Februari 2016. Ia berpasangan dengan Wakil Bupati Klaten terpilih Sri Mulyani Sebelum menjadi Bupati Klaten, Sri Hartini merupakan Wakil Bupati Klaten dan berpasangan dengan Bupati Sunarna, yang menjabat dua periode 2005-2015. Sunarna tidak lain adalah suami Sri Mulyani.

Sedangkan Sri Hartini adalah istri mantan Bupati Klaten Haryanto Wibowo.

Haryanto pernah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus proyek pengadaan buku paket tahun ajaran 2003/2004 senilai Rp4,7 miliar dan kasus penggunaan dana anggaran pendapatan belanja daerah untuk perjalanan ke luar negeri. Namun kasusnya diberhentikan karena Haryanto meninggal dunia.

Dengan penangkapan Sri Hartini, pada tahun 2016 KPK sudah melakukan OTT terhadap 4 kepala daerah (beritasatu)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Dorong Percepatan Vaksinasi, Kadisdik Aceh : Bapak/Ibu Guru Tulang dan Kulit Saya di Daerah

Wali-news.com, Subulussalam – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs