Terkesan Bazir Anggaran, Usman Lamreng Pertanyakan Rp 41,2 Milyar Anggaran Wastafel Covid-19 di Dinas Pendidikan Aceh

Terkesan Bazir Anggaran, Usman Lamreng Pertanyakan Rp 41,2 Milyar Anggaran Wastafel Covid-19 di Dinas Pendidikan Aceh

0

Wali-news, Banda Aceh- Pengadaan 400 Paket pembuatan westafe (tempat cuci tangan) pada Dinas Pendidikan Aceh dengan menelan anggaran 41,2 Milyar diambil dari dana Recofusing Covid-19 merupakan salah satu Program Aceh Hebat yang di gadangkan Dinas Pendidikan.

Program yang fantantis dan wah itu, begitu besar anggaran yang di alokasikan hanya membuat tempat cuci tangan.

Pertanyaannya adalah apakah dengan besar anggaran tersebut, bermanfaat pada SMA/SMK? Seberapa urgentkah tempat cuci tangan tersebut.

Apakah tempat cuci tangan ini adalah permintaan kepala sekolah atau memang program Dinas Pendidikan, yang di alokasikan tanpa pertimbagan dan koordinasi dengan kepala sekolah diseluruh Aceh, Demikian kata Usman Lamreng mempertanyakan Program yang terkesan Bazir Anggaran itu, Sabtu (12/12/2020) di Banda Aceh.

Lebih jauh masih menurur Usman, Mekanisme pelaksanaan proyek dengan nilai 41,2 Milyar, dilakukan dengan sistem Pengadaan Langsung (PL), paketnya dipecah antara 100-130 juta, dengan pengadaan langsung (PL) apakah menyalahi aturan tender atau tidak?, sesuai dengan perpres 16/2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa.

Bila dilakukan dengan sistem pengadaan langsung, patut di duga bakal terjadi korupsi atau kolusi, karena dilakukan dengan cara-cara lobi, yang lazim dipraktekan selama ini.

Dengan anggaran begitu besar, dan kegunaan belum tentu bermanfaat pada sekolah, malah bisa berpeluang pada tindakan korupsi, pada proses penggadaan langsung hingga pelaksanaan proyek dilapangan, Jelasnya.

Menurutnya, sia-sia saja Dinas Pendidikan Aceh mengelontorkan anggaran 41,2 Milyar hanya membuat tempat cuci tangan, dan dampaknya hanya sesaat, dan kebiasaan kegunaan tempat seperti itu bertahan hanya beberapa minggu, apalagi saat ini ada yang libur sekolah.

Artinya pasti tidak digunakan. Patut di duga dengan anggaran yang besar tersebut dalam proses pelaksanaan dilapangan sangat sensitif berimbas pada tindakan korupsi, maka
sepatutnya penegak hukum mengusutnya. Apalagi program ini patut dipertanyakan apakah benar urgent atau hanya akal-akalan saja, Pinta Usman.(M.L.A)

Editor : Guevara Aceh

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Bea Cukai Aceh Gagalkan Penyeludupan 6 Milyar Rokok Ilegal di Perairan Aceh

Wali-news.com, Lhokseumawe – Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh