Terulang Lagi, Kasus Pelecehan Seksual Oleh Oknum Polisi Terhadap Massa Aksi

Terulang Lagi, Kasus Pelecehan Seksual Oleh Oknum Polisi Terhadap Massa Aksi

0

wali-news.com, Bandar Lampung – Aksi pelecehan seksual kali ini menimpa salah satu massa aksi yang tergabung dalam FSBKU-KSN dan SP TUKS Tarahan Lampung ketika melakukan aksi penutupan jalan di depan PT Tanjungenim Lestari (08/08/20).

Peristiwa terjadi ketika massa aksi dan aparat keamanan sedang melakukan istirahat ditengah aksi pada pukul 11.30 WIB disekitaran tenda SP TUKS Tarahan Lampung. Pelecehan seksual tersebut terjadi pada pukul 12.10 WIB dimana terdapat oknum aparat kepolisian yang membuang air kecil di bawah pohon seri hingga mengenai korban berinisial KTA. Selain itu massa aksi juga mendapat tindakan represif dan intidimasi dari aparat dengan membubarkan massa secara paksa. (08/02/20).

FSBKU-KSN sebagai lembaga advokasi menyampaikan bahwa tindakan brutal hingga pelecehan seksual merupakan suatu tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Buruh kerap kali harus dihadapkan oleh aparat keamanan apabila melakukan penuntutan hak – hak normatif yang diatur dalam konstitusi. Dalam hal ini korban merupakan kader Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi – Dewan Nasional (LMND-DN) yang menerima tindakan pelecehan seksual dengan dikencingi oleh aparat kepolisian merupakan bentuk tindakan menjadikan perempuan sebagai titik subordinat. (09/08/20)

Hal demikian juga tidak menutup kemungkinan dugaan penyakit Ekshibisionis yang memperlihatkan kemaluan dihadapan umum. Persoalan terkait pelecehan seksual hingga kekerasan seksual sering menimpa perempuan dan anak – anak yang kerap memiliki posisi rentan. Dalam sektor gerakan rakyat dan pro – demokrasi, perempuan juga kerap kali harus menerima perilaku pelecehan hingga kekerasan seksual yang dilakukan oleh Aparat Kepolisian. Sementara pelaku masih saja bebas berkeliaran dan justru dilindungi oleh kuasa yang ada.

Hal tersebut tentu akan menimpa korban – korban selanjutnya dan tidak ada sikap tegas oleh Pemerintah apabila belum ada upaya perlindungan hukum terhadap korban pelecehan seksual dan melakukan tindakan tegas dan mengadili pelaku pelecehan seksual dan kekerasan seksual.

Untuk itu FSBKU-KSN menyatakan tuntutan terkait mengutuk tindakan brutal yang dilakukan oleh Aparat Kepolisian Polresta Bandar Lampung terhadap massa aksi yang berdemonstrasi di depan PT Tanjung Enim Lestari, mendesak Kapolresta Bandar Lampung untuk melakukan pemecatan terhadap oknum anggota Aparat Kepolisian Polresta Bandar Lampung yang melakukan tindakan pelecehan seksual, tangkap dan adili pelaku pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum anggota Aparat Kepolisian Polresta Bandar Lampung, hentikan tindakan represif terhadap gerakan rakyat dan gerakan pro – demokrasi, dan berikan regulasi dan upaya perlindungan hukum yang dapat menjamin perlindungan terhadap korban pelecehan dan kekerasan seksual.

Editor : Ikhsan

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

APSI Lampung Gelar Ujian Profesi Advokat

wali-news.com, Bandar Lampung – Ujian Profesi Advokat (