Tidak Ada Arak-Arak Menjelang Pelantikan Presiden Dianggap Negatif Oleh Sejumlah Masyarakat, “Itu hal biasa”

Tidak Ada Arak-Arak Menjelang Pelantikan Presiden Dianggap Negatif Oleh Sejumlah Masyarakat, “Itu hal biasa”

0

wali news.com – Manado, Banyaknya anggapan dari beberapa lapisan masyarakat tentang tidak diadakannya Arak-Arak atau perayaan menjelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019 menuai banyak pro dan kontra.

Pasalnya, 4 tahun yang lalu Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden disambut meriah dengan pesta rakyat. Tahun ini, proses pelantikan dijaga cukup ketat oleh aparat kemananan.

“Sulut cukup menyambut secara antusias Pelantikan Presiden dan Wapres ini, terbukti tanggal 19 kemarin ada Parade Sulut Hebat Cinta Damai. ” Ujar Ketua Bidang Kearsipan DPRD Kota Manado, Bobby Daud saat ditemui di Kantor DPRD Kota Manado.

“Sebenarnya lumrah-lumrah saja apabila ada sebagian masyarakat yang menganggap itu negatif, karena arak-arakan itu sebagai bentuk ekspresi dari pendukung untuk menyampaikan rasa syukur atas kemenangan Presiden dan Wakil Presiden yang didukung. Realita di lapangan pelaksanaan arak-arakan tersebut tidak mengganggu stabilitas keamanan maupun memprovokasi pihak-pihak yang dapat menyebabkan terjadinya insiden yang tidak diinginkan. Yang penting diambil aja sisi positifnya.” Tambahnya lagi.

Harapan kader Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut cukup sederhana, tidak masalah dengan adanya arak-arakan ataupun tidak. Yang terpenting bagaimana nanti kinerja dari Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih serta kabinet menteri-menterinya.

“Nantinya Pak Jokowi akan membentuk konstitusi yaitu Kabinet. Harapannya sederhana saja, Menteri-menteri yang akan dilantik nantinya adalah bagian dari pemerintah Presiden Jokowi. Di masa yang akan datang Presiden Jokowi mengangkat serta melantik menteri-menteri tersebut sesuai dengan skill dan kemampuan latar belakang pendidikan masing-masing calon. Tidak hanya menempatkan calon-calon yang telah ditentukan atas dasar politik biasa harus benar-benar proporsional karena menyerahkan sesuatu kepada yang bukan ahlinya itu adalah bagian dari tanda-tanda akhir zaman. Calon yang sudah ditentukan akan diangkat menjadi menteri, harus sesuai dengan kemampuannya bukan hanya karena dari Partai pemenang atau koalisi dan sebagainya. ” (Shnt)

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

BINDA SULSEL SIAPKAN RIBUAN DOSIS VAKSIN DOSIS 2

BANTAENG – Badan Intelijen Negara (BIN) Sulawesi selatan,