Tiga Pemda di Aceh Raih Penghargaan Ombudsman RI 2019

Tiga Pemda di Aceh Raih Penghargaan Ombudsman RI 2019

0

wali-news.com, Jakarta– Dua Pemerintah Kabupaten dan Satu Pemerintah Kota meraih predikat Kepatuhan Tinggi terhadap Pemenuhan Standar Pelayanan Publik sesuai Undang-Undang No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, yaitu Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Kota Lhokseumawe.

Penghargaan ini diberikan karena ketiga pemerintah daerah tersebut telah disurvey oleh para Asisten Ombudsman RI Perwakilan Aceh dan telah memenuhi score nilai masuk dalam kategori zona hijau, yaitu nilainya antara 81 hingga 100. Demikian ungkap Dr Taqwaddin, Kepala Ombudsman RI Aceh yang dihubungi di Jakarta.

Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil, menyampaikan kegembiraannya atas capaian ini. Demikian pula, dengan Bupati Aceh Timur, Hasballah, yang merasa senang dengan capaian atas hasil kerja keras dari para kepala SKPK. Kedua Bupati ini, sekalipun sudah mendapat predikat tinggi, berjanji akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakatnya. Hal ini juga diungkapkan oleh Muchtar, Asisten Pemerintah Kota Lhokseumawe yang mewakili Walikota.

Ketiga pimpinan daerah tersebut menyampaikan bahwa penghargaan ini akan menjadi motivator bagi kami untuk berbuat lebih baik lagi dalam melayani masyarakat, termasuk melengkapi prasarana dan sarana pelayanan publik yang lebih bagus lagi dan pro-disabilitas.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Pimpinan Ombudsman RI yaitu Prof. Amzulian Rifai, PhD.

Acara penganugerahan penghargaan tersebut yang dilaksanakan di JS Luwansa Hotel Jakarta juga dihadiri oleh Menkopolkam, Menlu, Menag, Ketua Komisi II DPR RI, Ketua Ombudsman Belanda, dan beberapa ketua Lembaga Negara lainnya.

“Saya sebagai perwakilan Lembaga Negara yang berfungsi melakukan pengawasan pelayanan publik, mengharapkan agar para kepala daerah memprioritaskan program kerja dan anggarannya untuk kepentingan publik yang masih kurang sejahtera. Jika Bapak Bupati/Walikota melakukan pelayanan menggembirakan bagi masyarakat secara progresif dan partisipatif maka kesejahteraan dan eliminasi kemiskinan akan cepat tercapai di Aceh. Demikian pungkas Dr Taqwaddin.(red)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Kesbangpol Aceh Gelar Diskusi Isu Aktual Bahas Pencegahan Dini Bahaya Narkoba

wali-news.com, Banda Aceh – Badan Kesatuan Bangsa dan