Tumbuhkan Nilai-Nilai Pancasila, Hidjaz Study Club Fakultas Hukum UMI Gelar Diskusi Kebangsaan

Tumbuhkan Nilai-Nilai Pancasila, Hidjaz Study Club Fakultas Hukum UMI Gelar Diskusi Kebangsaan

0
Dialog Kebangsaan yang digelar Mengusung tema Implementasi Nilai-Nilai Pancasila sebagai Nafas Bangsa Indonesia

wali-news.com, Makassar – Hidjaz Study Club Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (HSC-FH UMI) menggelar diskusi kebangsaan dengan mengusung tema Implementasi Nilai-Nilai Pancasila sebagai Nafas Bangsa Indonesia, pada Senin (30/9/2019), sekitar pukul 14.45 WITA.

Diskusi yang diselenggarakan di Rogar Cafe, Kota Makassar tersebut bertujuan untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai Pancasila yang saat ini dinilai telah luntur.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Koordinator HSC – FH UMI Syamsumarlin itu pun turut mengundang narasumber Pengamat Politik dan Kebangsaan Dr. Arqam Azikin, Ketum Badko HMI Sulselbar Lanyala Soewarno, dan Ketua KNPI Kota Makassar Cristopher Aviary.

Ketua KNPI Kota Makassar, Cristopher Aviary di dalam materinya mengatakan bahwa Pancasila sebagai salah satu pilar kebangsaan tidak bisa disejajarkan dengan tiga pilar kebangsaan lainnya, sehingga seharusnya Pancasila yang menjadi pokok atau pondasi bangsa Indonesia.

Kemudian Ketum Badko HMI Sulselbar Lanyala Soewarno, menerangkan bahwa sosialisasi, pendidikan, dan pemberdayaan penting dilakukan dalam menumbuhkan pemahaman dan kesadaran terhadap nilai-nilai Pancasila.

Sementara Pengamat Politik dan Kebangsaan Dr. Arqam Azikin dalam kesempatannya menjelaskan bahwa saat ini ia sudah tidak lagi melihat adanya perdebatan ideologi yang dilakukan di dalam sebuah forum dialog.

Pihaknya menganggap mahasiswa zaman sekarang sudah tidak tertarik mendiskusikan gagasan berkenaan dengan ideologi dan lebih tertarik mendiskusikan tren anak muda terkini.

“Perdebatan ideologi saat ini hampir tidak ada lagi. Mahasiswa sudah tidak tertarik dan lebih tertarik diskusikan trend fashion, film, dan lain sebagainya,” paparnya.

Ia melanjutkan, hal itu diperparah lagi dengan sudah tidak adanya pendekatan kurikulum di dalam bangku sekolah.

Kemudian ia menilai bahwa sebenarnya dinamika dan situasi ketika zaman Orde Baru lebih kompleks dibandingkan situasi yang terjadi di era Reformasi sekarang ini. Namun, yang membedakan adalah tingkat kematangan mahasiswa saat ini yang dinilai kurang, sehingga berlebihan dalam merespon situasi.

“Kurangnya tingkat kematangan mahasiswa dalam memahami situasi itu terjadi karena rendahnya pemahaman mereka (mahasiswa) terhadap nilai-nilai Pancasila,” pungkasnya.

Meskipun demikian, pihaknya mengapresiasi aksi unjuk rasa mahasiswa yang beberapa hari belakangan ini terus berlangsung. Ia melihat demonstasi yang dilakukan mahasiswa adalah gerakan politis negara, bukan gerakan politis partai.

(Tiara Ayu)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

DPD Kota Bandar Lampung Partai Gelora Indonesia Deklarasi Dukungan Untuk Eva-Deddy

wali-news.com, Bandar Lampung – Deklarasi dukungan Partai politik