Unsyiah Gelar Rakernas II FDGBI Dihadiri 133 Professor se-Indonesia

Unsyiah Gelar Rakernas II FDGBI Dihadiri 133 Professor se-Indonesia

0

wali-news.com, Banda Aceh – Perguruan Tinggi Negeri Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II, Forum Dewan Guru Besar Indonesia (FDGBI) 2019, dengan mengangkat tema “Sinergis Guru Besar dalam Merajut Persaudaraan dan Pemerataan Pendidikan Tinggi Nasional”, di Gedung ACC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Jum’at (25/1).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua DPR Aceh Sulaiman Abda, Ketua FDGBI Prof. Koentjoro, serta sebanyak 133 Profesor dari seluruh Indonesia dengan melibatkan 58 perguruan tinggi, acara berlangsung selama 2 hari dari tanggal 25 sampai 26 Januari 2019.

Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., mengatakan, kegiatan ini memiliki tujuan mulia untuk mendorong pemerataan pendidikan tingkat tinggi ke seluruh pelosok Indonesia.

Sebab menurutnya, saat ini kualitas pendidikan tinggi di beberapa daerah masih sangat timpang dibandingkan daerah lainnya.

“Salah satu indikasinya jumlah guru besar yang dimiliki oleh perguruan tinggi di daerah relatif sangat minim dibandingkan beberapa perguruan tinggi lainnya.” ujarnya.

Ia mengambil contoh Unsyiah yang saat ini telah berakreditasi A, tetapi hanya memiliki 57 guru besar. Jumlah ini kurang dari 4 persen dari jumlah keseluruhan dosen di institusi tersebut.

Jumlah ini jika dibandingkan dengan jumlah guru besar di Indonesia, maka jumlah tersebut hanya 1 persen saja.

Keadaan ini menurut Samsul juga sama dialami perguruan tinggi lainnya, bahkan di beberapa daerah keadaan jauh lebih parah.

Oleh karena itu, Samsul menargetkan di tahun 2022, Unsyiah dapat memiliki 150 guru besar.

“Kita berharap forum guru besar  dapat bersinergi, berkolaborasi, serta melahirkan rekomendasi untuk mendorong lahirnya professor baru di perguruan tinggi seluruh Indonesia,” ujarnya.

Direktur Karier dan Kompetensi SDM Kemristekdikti, Prof. Dr. Bunyamin Mahftuh, M.Pd., MA menyebutkan di tahun 2018, Unsyiah termasuk salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang mengalami pertambahan profesor terbanyak. Unsyiah berada di peringkat kelima bersanding dengan perguruan tinggi ternama lainnya.

Sementara itu, Plt. Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT, yang hadir sebagai keynote speaker mengatakan forum FDGBI dapat dijadikan andalan untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Sebab untuk membangun negara bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tugas semua pihak.

Nova berharap Rakernas FDGBI ini dapat memberikan dampak positif bagi perguruan tinggi di Aceh. Terlebih lagi, Aceh tercatat sebagai salah satu provinsi yang memiliki perguruan tinggi negeri terbanyak di Indonesia. Dari forum FDGBI ini diharapkan bisa melahirkan rekomendasi untuk masyarakat.

Pertemuan ini menurutnya dapat dijadikan wadah untuk saling bersinergi, membimbing, dan memberi dukungan bagi universitas yang membutuhkan.

“Forum ini dapat dijadikan wadah untuk mensinergikan pemikiran dan gagasan strategis para guru besar, demi mendukung pembangunan dan kemajuan bangsa Indonesia.”tutupnya. (red)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Rumah Yatim Terima Bantuan Dari Satbrimob Polda Aceh dan Bhayangkari

Banda Aceh – Personil Satbrimob Polda Aceh dan Pengurus