Untuk menghidupi anak kini,Juliana terpaksa kerja jadi pembantu masak.

Untuk menghidupi anak kini,Juliana terpaksa kerja jadi pembantu masak.

0

Siapa yang tak kenal Juliana,wanita tiga puluh lima tahun,yang memiliki dua anak kecil itu,sempat hebohkan beberapa media massa di Aceh.

Dia korban penganiayaan penyiraman air keras,oleh mantan suaminya,yang terjadi 21 Agustus disebabkan tersulut dendam karena cemburu buta.

Setelah mendapat perawatan dari rumah sakit atas luka yang di akibatkan air keras di sekujur tubuhnya.

Kini wanita asal Lhoksemawe itu terpaksa harus menjadi pembatu masak harian di salah satu rumah makan,di Gampong laksana,hanya untuk menafkahi anaknya yang masih kecil.

Untung tak dapat di raih malang tak dapat di elak,itulah yang di alami Juliana,setelah di tinggal mati suami pertamanya,dengan dua anak yang masih kecil.

Wanita miskin itu terpaksa merantau untuk mencari kerja di Kota Banda guna menghidupi kedua buah hatinya.

Berapa lama dia di Banda Aceh,dia bertemu Asrul orang padang kelahiran Medan,Sumatera Utara,Akhirnya dia memutuskan menikah dengannya.

Tapi bukan cerita bahagia yang dia dapat hidup bersama Asrul, malah dia kerap menjadi sasaran pukul Asrul yang di kenal ringan tangan.

Alasannya Asrul terlalu cemburu ketika juliana berbicara dengan pelanggan lelaki,langganan kedai kentang goreng,milik Asrul.

Tragis nasib Juliana,Akhirnya dia di ceraikan oleh Asrol, Namun tak hanya sampai di situ ternyata Asrol memiliki maksud jahat terhadapnya.

Suatu hari di tanggal 21 Agustus lalu,Asrol sengaja mengikutinya, saat Juliana berjalan bersama anaknya yang berumur lima tahun.

Tepat di depan Mesjid Baiturrahman Kota Banda Aceh,Juliana di siram dengan air,belakangan di ketahui cairan itu dalah soda api yang di campur air baterai.

Akibat penyiraman itu tubuh juliana melepuh dan terpaksa di larikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Beberapa hari kemudian Asrol pun berhasil di tangkap oleh jajaran kepolisian Polresta Kota Banda Aceh.

Namun kini penderitaannya belum selesai sampai disitu,wanita malang itu,walau dalam kondisi sakit dan masi rawat jalan,dia terpaksa harus bekerja menjadi buruh masak,untuk menghidupi kedua anaknya.

Dari hasil kerja hariannya,uang yang di dapat selain untuk beli makanan,Juliana juga menyimpan sedikit untuk membeli obat yang tidak di tanggung oleh BPJS.

Juliana berharap,ada dermawan yang kiranya dapat membantunya sampai dia sembuh total,” Bang(wali-news.com)saat ini gaji yang saya dapat pas pasan buat makan dan untuk sewa kamar kos dan sedikit untuk obat saya”, keluh wanita itu saambil menangis.

Di tambahkan,nasib saya sedih sekali saat ini selain harus menghidupi saya dan anak saya juga harus mengim uang buat orang tua di kamoung,maklum saya orang miskin,keluhnya sambil berharap bahagia menghampirinya.(Chairan manggeng)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Giok Aceh kembali jadi Incaran kolektur Batu

Aceh Besar/wali-news.com Berbagai macam cara orang mencari kesenangan,