Upaya Mediasi Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah di Kejati Aceh Batal

Upaya Mediasi Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah di Kejati Aceh Batal

0

Wali-News, Banda Aceh – Upaya Kejaksaan Tinggi Aceh memediasi pertikaian antara Bupati Aceh Tengah Shabela Abu Bakar dan Wakilnya Firdaus batal terlaksana. Sedianya mediasi antara keduannya akan digelar di Aula Kejati Aceh hari ini, Senin (6/07/20).

Kepala seksi penerangan hukum (Kasipenkum) Kejati Aceh, Munawal Hadi mengatakan pembatalan karena Shabela tidak hadir ke Kejati Aceh. Mediasi kata Munawal awalnya diagendakan berlangsung Senin pagi sekira pukul 10.00 WIB.

” Sesuai surat yang kami terima, yang bersangkutan sedang istirahat karena sakit. Ada surat keterangan sakit dari dr. Hardi Yanis, Sp.PD. yang menyebut Bupati Aceh Tengah, Shabela harus menjalani istirahat,” Kata Munawal Hadi.

Sesuai surat tersebut kata Munawal, Shabela Abubakar menjalani istirahat sejak 5 hingga 8 Juli 2020. Akibatnya, upaya mediasi yang rencanannya turut dihadiri Forkopimda Aceh itu batal terlaksana.

“Kejati Aceh telah mempersiapkan segala sesuatunya termasuk mengundang forkopimda Aceh, karena upaya ini (mediasi) juga atas inisiasi forkopimda Aceh,” Kata Munawal.

Menurut Munawal, wacana mediasi yang diagendakan berlangsung di Kejati itu, merupakan hasil kesepakatan unsur Forkopimda Aceh. Draf dari upaya damai keduannya kata Munawal juga telah dipersiapkan dan disetujui keduanya.

” Sebelumnya kedua belah pihak memang telah sepekat, termasuk soal draf perdamaiannya. Makannya hari ini segala sesuatunya kami persiapkan. Walau kemudian batal, kita berpikir positif saja. Artinya pembatalan ini karena salah satunya sakit,” Kata Munawal.

Kejati Aceh lanjut Munawal berharap proses perdamaian antara Shabela dan Firdaus dapat terlaksana agar keduannya dapat bekerja maksimal melayani masyarakat di dataran tinggi gayo itu.

” Pada prinsipnya kita siap memediasi namun karena ini tertunda, kami masi menunggu kabar dari keduannya.Kalau dari pimpinan belum ada intruksi terkait kelanjutannya,” ungkap.

Berbeda dengan Shabela Abubakar, Firdaus tampak hadir di Kejati Aceh. Mengenakan pakaian batik dan peci hitam, Firdaus telah hadir di Kejati Aceh sejak pukul 09.00 WIB atau satu jam sebelum kegiatan tersebut direncanakan dimulai.

” Saya berharap perdamaian yang hari ini tertunda bisa terlaksanalah dan saya siap mengikuti prosesnya. Tentu tak nyaman bekerja dengan kondisi hari ini,” kata Wakil Bupati Aceh Tengah, Firdaus.

Ketidak harmonisan hubungan Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar dan Wakilnya Firdaus mencuat kepermukaan dan diketahui masyarakat luas, sejak 13 Mei 2020 lalu. Kondisi tersebut berawal kehadiran Firdaus ke Pendopo Bupati Aceh Tengah, pada Rabu (13/05/20) malam.

Saat itu, Shabela Abu Bakar yang tengah memimpin rapat penanganan Covid-19 dan Banjir Bandang diancam bunuh dan nyaris terlibat baku hantam dengan Firdaus yang hadir dengan beberapa orang di ruang tamu pendopo.

Sementara itu, kepada wartawan Wakil Bupati Aceh Tengah Firdaus mengaku tindakan tersebut dilakukannya karena  emosi merasa tidak dihargai Shabela Abu Bakar sebagai wakil bupati.(Win)

Editor : Arman

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Lakalantas di Aceh Selatan, Seorang Pemotor Tewas

Korban saat akan dievakuasi. Photo: Ist.